2021, Kanada Larang Plastik Sekali Pakai

2021, Kanada Larang Plastik Sekali Pakai
Seorang anak berenang di kolam yang diisi dengan botol plastik saat kampanye penyadaran untuk memperingati Hari Lautan Sedunia di Bangkok, Thailand pada Sabtu (8/6/2019). ( Foto: AFP / Romeo GACAD )
Unggul Wirawan / WIR Rabu, 12 Juni 2019 | 09:42 WIB

Ottawa, Beritasatu.com- Kanada akan melarang plastik "berbahaya" sekali pakai pada awal 2021 dalam upaya untuk mengurangi limbah laut. Seperti dilaporkan BBC, Senin (10/6), pengumuman itu disampaikan Perdana Menteri Justin Trudeau.

Inisiatif ini dimodelkan pada undang-undang serupa yang disahkan tahun 2018 oleh Uni Eropa dan negara-negara lain.

Kanada juga akan menetapkan "target" bagi perusahaan yang memproduksi atau menjual plastik untuk bertanggung jawab atas limbah plastik mereka. Saat ini, kurang dari 10% plastik yang digunakan di Kanada akan didaur ulang.

Trudeau menyebut masalah pencemaran plastik sebagai "tantangan global".

Pada bulan Mei, PBB menyatakan 180 negara mencapai kesepakatan untuk mengurangi jumlah plastik yang berakhir di lautan dunia/ Keberdaan plastik di laut dapat membahayakan ikan, penyu, paus dan satwa liar lainnya.

Hewan laut dapat terjerat dalam plastik yang lebih besar terutama tali, jaring, dan tali dari penangkapan ikan.

Sementara negara-negara Eropa dan Amerika Utara cenderung menghasilkan banyak limbah plastik per kapita. Menurut penelitian di Inggris, pengelolaan limbah membatasi dampak produk itu di lautan dibandingkan dengan daerah lain.

Pemerintah Kanada belum memutuskan produk plastik sekali pakai mana yang akan dimasukkan dalam daftar tetapi bisa menargetkan kantong plastik, sedotan, alat pemotong, piring dan aduk. Sekitar 3 juta ton sampah plastik dibuang setiap tahun di negara ini.

"Sebagai orang tua, kita berada pada titik ketika kita membawa anak-anak kita ke pantai dan kita harus mencari sepetak pasir yang tidak dipenuhi dengan sedotan, styrofoam atau botol. Itu masalah, sesuatu yang harus kita lakukan sesuatu," kata Trudeau.

Pada Oktober 2018, Uni Eropa memilih untuk larangan total pada berbagai plastik sekali pakai di seluruh serikat dalam upaya untuk menghentikan polusi lautan. UE berharap larangan akan berlaku di seluruh blok pada tahun 2021.

Kebijakan Eropa termasuk larangan alat makan dan piring plastik, cotton buds, sedotan, minuman-pengaduk dan batang balon dan pengurangan plastik sekali pakai untuk makanan dan wadah minuman seperti gelas plastik.



Sumber: Suara Pembaruan