Senat AS Dorong Evaluasi Otonomi Khusus Hong Kong

Senat AS Dorong Evaluasi Otonomi Khusus Hong Kong
Senator Marco Rubio ( Foto: AFP Photo )
Jeany Aipassa / JAI Jumat, 14 Juni 2019 | 14:32 WIB

Washington, Beritasatu.com - Senat Amerika Serikat (AS) mendorong pemerintah mengevaluasi dan mengeluarkan sertifikat otonomi khusus untuk Hong Kong, untuk mengantisipasi Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekstradisi yang menuai protes besar di negara itu.

Senat AS menyoroti dampak RUU Ekstradisi Hong Kong bagi hubungan kerja sama dengan AS, dan mendorong undang-undang baru yang mewajibkan pemerintah mengevaluasi dan menetapkan sertifikasi terhadap status otonomi khusus Hong Kong secara tahunan.

Senator Partai Republik, Marco Rubio, dan Senator Partai Demokrat, Ben Cardin, mengatakan sertifikasi terhadap status otonomi khusus Hong Kong yang menjadi mitra utama perdagangan AS tersebut, patut dievaluasi setiap tahun, mengingat pengaruh Tiongkok semakin mengancam otonomi Hong Kong.

“Undang-undang ini mengharuskan presiden untuk mengeluarkan strategi yang melindungi warga negara dan bisnis AS dari dampak revisi undang-undang ekstradisi Hong Kong yang dipengaruhi penguasa Tiongkok,” bunyi pernyataan bersama yang disampaikan Marco Rubio dan Ben Cardin, di Washington, Kamis (13/6/2019).

Melalui undang-undang tersebut, Departemen Perdagangan AS harus mengeluarkan laporan tahunan yang menilai apakah Hong Kong secara memadai menegakkan sanksi AS dan PBB, khususnya yang berkaitan dengan Iran dan Korea Utara.

Selain itu, undang-undang tersebut juga akan menjelaskan bahwa warga Hong Kong tidak boleh ditolak saat mengajukan visa ke AS jika mereka ditangkap atau ditahan sehubungan dengan kegiatan protes di sana.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengaku yakin Tiongkok dan Hong Kong akan mampu untuk menyelesaikannya. Trump saat berbicara di Gedung Putih, Washington, mengatakan demonstrasi di Hong Kong terjadi secara masif.

“Itu jutaan orang. Itu merupakan demonstrasi besar yang pernah saya lihat. Jadi saya berharap semua bekerja untuk Tiongkok dan Hong Kong. Saya paham alasan demonstrasi, tapi saya yakin mereka akan mampu menyelesaikannya. Saya aberharap mereka akan menyelesaikannya dengan Tiongkok,” ujar Donald Trump.



Sumber: CNN/CNA/Suara Pembaruan