OAS: Migran Venezuela Akan Bertambah Jadi 8 Juta Jiwa

OAS: Migran Venezuela Akan Bertambah Jadi 8 Juta Jiwa
Warga negara Venezuela memasuki wilayah Cucuta, Departemen Norte Santander, Kolombia dari San Antonio del Tachira, Venezuela di jembatan internasional Simon Bolivar pada 25 Juli 2017. ( Foto: AFP / Luis Acosta )
Unggul Wirawan / WIR Minggu, 30 Juni 2019 | 10:48 WIB

Bogota, Beritasatu.com- Sekitar 5.000 warga Venezuela meninggalkan negara mereka setiap hari. Pada Jumat (28/6), Organisasi Negara-negara Amerika (OAS) menyatakan jumlah migran dari negara penghasil minyak itu dapat berlipat ganda menjadi 8 juta pada akhir tahun 2020. Sementara Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) memperkirakan migran Venezuela di luar negeri saat ini sudah berjumlah 4 juta jiwa.

“Ini adalah aliran migran terbesar dalam sejarah kawasan, saat ini terbesar kedua di dunia dan hanya dikalahkan oleh Suriah, yang telah berperang selama lebih dari delapan tahun,” kata koordinator laporan David Smolansky pada pertemuan Jumat (28/6).

Krisis ekonomi dan politik yang dalam di Venezuela telah mendominasi agenda pada pertemuan OAS yang berlangsung minggu ini di Medellin, Kolombia. Uruguay meninggalkan sesi pertemuan pada Kamis (27/6) sebagai protes atas pengakuan delegasi dari oposisi Venezuela.

Sekitar 1,3 juta warga Venezuela saat ini tinggal di Kolombia, yang telah menanggung beban eksodus. Sekitar 850.000 migran telah menetap di Peru dan 263.000 jiwa tinggal di Ekuador.

“Gelombang ini bukan migrasi ekonomi atau sukarela. Itu migrasi karena terpaksa,” kata Smolansky, politisi Venezuela di pengasingan yang mempresentasikan laporan akhir dengan ekonom Universitas Harvard Dany Bahar ke majelis OAS pada Jumat.

Pada tahun lalu, menurut laporan OAS, 101 warga Venezuela tewas ketika berusaha melarikan diri dari negara mereka. Negara-negara Amerika Latin telah berulang kali mendesak masyarakat internasional untuk meningkatkan bantuan untuk mengatasi kebutuhan medis, perumahan, dan pendidikan migran.



Sumber: Suara Pembaruan