Kunjungi Korut, Presiden AS Donald Trump Cetak Sejarah

Kunjungi Korut, Presiden AS Donald Trump Cetak Sejarah
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (kanan) berjalan ke selatan dengan Presiden AS Donald Trump, setelah Trump secara singkat melangkah ke utara Garis Demarkasi Militer yang membagi Korea Utara dan Selatan, di Wilayah Keamanan Bersama (JSA) Panmunjom di zona Demiliterisasi (DMZ), Senin (1/7/2019). ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Selasa, 2 Juli 2019 | 11:15 WIB

Pyongyang, Beritasatu.com- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un, berjabat tangan di Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan Korut dan Korea Selatan.

Berbicara kepada sejumlah wartawan di DMZ, Presiden Trump mengatakan momen tersebut "benar-benar bersejarah" dan dirinya "bangga melangkah melewati garis" antara kedua Korea.

Kim Jong-un, dalam kesempatan langka ini, menyebutkan pertemuan di DMZ adalah simbol hubungan yang "sangat baik" antara dia dan Trump.

Trump adalah presiden AS pertama yang melangkah ke wilayah Korut. Tiada pendahulunya, termasuk Bill Clinton, yang pernah melakukannya. Clinton bahkan menjuluki DMZ sebagai "tempat terseram di Bumi".

Kalangan pengritik menilai pertemuan ini hanyalah pertunjukan politik, tapi lainnya memandang perjumpaan tersebut bisa menjadi awal perundingan di masa mendatang.

Sebelumnya, dalam jumpa pers bersama di Seoul, Presiden Moon mengatakan Trump dan Kim akan "bersalaman untuk perdamaian" di perbatasan.

Moon berkata Trump dan Kim bertemu di Panmunjom, desa di dalam zona demiliterisasi yang kerap menjadi lokasi perundingan antara Korut dan Korsel.

Trump menambahkan bahwa dirinya dan Kim telah "membangun hubungan yang sangat baik" dan menanti untuk berjumpa dengannya.

Agenda perjumpaan tersebut tampaknya mengemuka setelah Trump merilis cuitan, yang mengutarakan keinginannya untuk berjabat tangan dengan Kim dan berkata "Halo" di Zona Demiliterisasi.



Sumber: BBC