Saat Operasi Militer 2018, 5.287 WN Venezuela Tewas

Saat Operasi Militer 2018, 5.287 WN Venezuela Tewas
Pasukan tentara Venezuela berbaris di depan Presiden Venezuela Nicolas Maduro (tidak terlihat) saat parade militer di boulevard Los Proceres dalam rangka perayaan Hari Kemerdekaan Venezuela di Caracas, Venezuela, Jumat (5/7/2019). ( Foto: AFP / Kepresidenan Venezuela )
Unggul Wirawan / WIR Senin, 8 Juli 2019 | 20:47 WIB

Caracas, Beritasatu.com- Pemerintah Venezuela mencatat hampir 5.300 pembunuhan selama operasi keamanan tahun 2018  terkait dengan kasus-kasus "perlawanan terhadap otoritas. Temuan itu disampaikan Kepala Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Michelle Bachelet, baru-baru ini seraya mengecam jumlah pembunuhan di luar hukum yang "sangat tinggi".

Laporan Michelle Bachelet yang berfokus pada 18 bulan terakhir mengikuti perjalanannya ke negara Amerika Selatan yang bermasalah bulan lalu. Dia memanfaatkan lebih dari 550 wawancara yang dilakukan oleh kantornya dengan para pembela hak, korban, saksi pelanggaran hak asasi dan sumber-sumber lainnya.

Bachelet dan timnya mengadakan hampir 160 pertemuan dengan negara dan pemangku kepentingan lainnya. Bachelet, seorang mantan presiden Sosialis Cile, bertemu dengan Presiden Venezuela Nicolás Maduro bulan lalu.

Pihak berwenang di pemerintahan Maduro menghitung 5.287 kasus pembunuhan selama operasi keamanan yang digolongkan sebagai kasus "perlawanan terhadap otoritas". Laporan juga mencatat, jumlah itu masih ditambah 1.569 kasus lainnya tahun 2019 hingga 19 Mei.

Laporan PBB juga mengutip angka-angka terpisah oleh Observatory Violence Venezuela atas sedikitnya 7.523 pembunuhan semacam itu tahun 2018, ditambah setidaknya 2.124 dari Januari hingga Mei tahun ini.

"Insiden dugaan pembunuhan di luar hukum oleh pasukan keamanan, terutama pasukan khusus (FAES), dalam konteks operasi keamanan telah sangat tinggi," kata kantor HAM PBB.



Sumber: Suara Pembaruan