PBB: 821 Juta Orang Alami Kelaparan pada Tahun 2018

PBB: 821 Juta Orang Alami Kelaparan pada Tahun 2018
Seorang anak Yaman yang menderita kekurangan gizi menjalani perawatan medis di satu rumah sakit di distrik utara Abs, di Provinsi Hajjah, Yaman. ( Foto: AFP / Essa Ahmed )
Unggul Wirawan / WIR Selasa, 16 Juli 2019 | 21:40 WIB

New York, Beritasatu.com- Lebih dari 821 juta orang menderita kelaparan di seluruh dunia tahun 2018. Fakta itu terungkap dalam laporan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada Senin (15/7). Data PBB juga menunjukkan jumlah penduduk yang kelaparan terus meningkat selama tiga tahun berturut-turut.

Setelah beberapa dekade menurun, menurut PBB, malnutrisi mulai meningkat pada tahun 2015, terutama karena perubahan iklim dan perang. Membalikkan tren adalah salah satu dari target 2030 dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB yang bertujuan untuk memperbaiki dunia dan orang-orangnya.

Laporan PBB menyebutkan target menghapus kelaparan dunia tetap menjadi tantangan besar. Pada tahun 2017, jumlah orang yang tidak cukup makan bahkan sudah mencapai 811 juta orang.

“Kami tidak akan mencapai posisi nol kelaparan pada 2030,” kata David Beasley, kepala Program Pangan Dunia, salah satu lembaga PBB yang berkontribusi dalam laporan tersebut.

“Itu tren yang buruk. Tanpa ketahanan pangan kita tidak akan pernah memiliki kedamaian dan stabilitas," kata Beasley, seraya menyesalkan bahwa media membawa lebih banyak membahas tentang Brexit dan Donald Trump daripada anak-anak sekarat kelaparan.

Beasley memperingatkan bahwa kelompok-kelompok ekstremis menggunakan kelaparan dan kontrol atas persediaan makanan sebagai senjata untuk memecah komunitas atau merekrut anggota baru.

Laporan "Keadaan Ketahanan Pangan dan Nutrisi di Dunia" disampaikan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) dan badan-badan PBB lainnya termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).



Sumber: Suara Pembaruan