Menlu Paraguay Mundur Pasca Skandal Energi

Menlu Paraguay Mundur Pasca Skandal Energi
Luis Alberto Castiglioni (Foto: AFP / NORBERTO DUARTE)
Natasia Christy Wahyuni / WIR Selasa, 30 Juli 2019 | 21:52 WIB

Asuncion, Beritasatu.com- Menteri Luar Negeri Paraguay Luis Castiglioni dan tiga pejabat lainnya mengundurkan diri pada Senin (29/7) di tengah skandal penandatanganan kesepakatan energi dengan Brasil. 

Pengunduran diri menjadi pukulan besar bagi Presiden Mario Abdo yang memiliki hubungan dekat dengan Brasil selaku ekonomi nomor satu Amerika Selatan.

Skandal tersebut dipicu oleh kesepakatan energi terkait pembangkit listrik raksasa bertenaga air Itaipu yang dianggap bisa membawa kerugian besar bagi Paraguay sekitar US$ 200 juta (Rp 2,8 triliun). Kesepakatan itu ditandatangani pada Mei 2019, tapi baru dipublikasikan pekan lalu.

Paraguay dan Brasil adalah mitra di pembangkit Itaipu yakni pembangit hidroelektrik terbesar yang berada di perbatasan kedua negara.

“Presiden baru saja menerima pengunduran diri. Dia membuat keputusan untuk menerima pengunduran diri tersebut dan selama pekan ini akan berkomunikasi tentang siapa yang akan mengganti orang-orang ini,” kata penasihat presiden Paraguay, Hernan Huttemann.

Menlu Castiglioni beberapa jam sebelum pengunduran diri, mengumumkan Paraguay akan meminta Brasil menangguhkan kesepakatan itu, yang menjadwalkan pembelian energi dari pembangkit listrik tersebut sampai 2022.

Tiga pihak lainnya yang mundur adalah Alcides Jimenez yaitu kepala perusahaan listrik negara ANDE yang baru menjabat beberapa hari lalu, Duta Besar Paraguay untuk Brasil Hugo Saguier, dan Direktur Itaipu Jose Alderete.

Kepala ANDE sebelumnya, Pedro Ferreira, yang dekat dengan presiden Paraguay, mundur pekan lalu setelah menolak menandatangani dokumen kesepakatan karena menilai akan meningkatkan biaya kepada entitas negara itu lebih dari US$ 200 juta. Para anggota parlemen oposisi menyebut kesepakatan itu melanggar kedaulatan negara.

Pada Senin, Kongres mendesak penjelasan dari pemerintah, disertai demonstrasi oleh para pejabat ANDE di depan gedung legislatif. “Mereka tidak akan mendapatkan kedamaian saat melanggar konstitusi,” sebut tulisan protes mereka.



Sumber: Suara Pembaruan