Partai Demokrat AS Gelar Debat Publik untuk 20 Capres

Partai Demokrat AS Gelar Debat Publik untuk 20 Capres
Kandidat presiden Demokrat Senator AS dari Massachusetts Elizabeth Warren (kanan) dan Senator AS dari Vermont Bernie Sanders beristirahat usai putaran pertama debat primer kedua musim kampanye presiden 2020 yang diselenggarakan oleh CNN di Fox Theatre di Detroit, Michigan, Selasa (30/7/2019). ( Foto: AFP / Brendan Smialowski )
Jeanny Aipassa / WIR Rabu, 31 Juli 2019 | 16:24 WIB

Detroit, Beritasatu.com- Partai Demokrat menggelar debat publik untuk 20 kandidat calon presiden (capres) selama dua malam berturut-turut, di Detroit's Fox Theatre, Amerika Serikat (AS), pada Selasa (30/7) dan Rabu (31/7).

Pada Selasa (30/7), sebanyak 10 capres mengikuti debat yang membahas sejumlah isu, antara lain perubahan iklim, perawatan kesehatan, dan reparasi perbudakan.

Dua di antara 10 kandidat capres Demokrat yang tampil cemerlang dalam debat pertama tersebut, adalah Elizabeth Warren dan Bernie Sanders.

Warren dan Sanders yang menjadi kandidat unggulan, mendapat serangan pertanyaan dari kandidat capres lainnya, antara lain John Delaney, Tim Ryan dan John Hickenlooper yang berupaya menarik simpati untuk mendapatkan dukungan terhadap pencalonan mereka.

Namun pengamat menilai Warren dan Sanders unggul dalam pemaparan misi dan visi pencalonan mereka, dibandingkan kandidat lain yang cenderung fokus menyerang Warren dan Sanders, sehingga mengabaikan kesempatan untuk memaparkan visi dan misi mereka kepada publik.

Diperkirakan, debat publik tersebut akan menjadi penampilan terakhir beberapa kandidat karena kriteria untuk tampil pada debat berikutnya yang akan digelar pada September mendatang, akan dua kali lebih ketat.

Pada Rabu, debat capres Demokrat putaran kedua akan diikuti sepuluh kandidat lainnya, termasuk Joe Biden dan Kamala Harris. Joe Biden adalah mantan wakil presiden AS pada masa pemerintahan Barack Obama.

Saat diberi waktu untuk memaparkan pernyataan penutup, Warren menggembar-gemborkan kekuatan akar rumputnya, dan bersikeras bahwa dia akan membuat perubahan "nyata" pada tahun 2021.



Sumber: Suara Pembaruan