Usai Dua Penembakan di AS, Trump Perintahkan Pengibaran Bendera Setengah Tiang

Usai Dua Penembakan di AS, Trump Perintahkan Pengibaran Bendera Setengah Tiang
Para pekerja membersihkan trotoar dan jalan di Distrik Oregon sebelum dibuka untuk umum setelah penembakan massal di Dayton, Ohio, AS, Minggu (4/8/2019). ( Foto: AFP/ Getty Images / Scott Olson )
Jeanny Aipassa / WIR Senin, 5 Agustus 2019 | 19:44 WIB

Washington, Beritasatu.com- Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang di seluruh gedung pemerintahan, sebagai simbol dukacita atas dua peristiwa penembakan massal di Texas dan Ohio yang menewaskan 29 orang.

 "Hari ini, saya meminta pengibaran bendera setengah tiang kepada staf di semua gedung Pemerintah Federal untuk menghormati para korban tragedi di El Paso, Texas, dan Dayton, Ohio," kata Trump, melalui cuitan di akun Twitter-nya, Senin (5/8).

Trump mengecam penembakan massal di Texas dan Ohio dengan menyebutnya sebagai peristiwa yang tragis dan buah dari tindakan seorang pengecut. Trump juga menyampaikan duka cita dan mengatakan bahwa dia dan istrinya, Milenia, berdoa bagi keluarga para korban aksi penembakan brutal di dua negara bagian AS itu.

"Saya dan Melania berdoa untuk semua yang terkena dampak kejahatan yang tak terkatakan ini!" ujarnya.

Trump mengatakan, pengibaran bendera setengah tiang di Gedung Putih akan dilakukan selama empat hari, mulai Senin (5/8) hingga Kamis (8/8). Tak hanya Gedung Putih, semua gedung pemerintahan di negara bagian lainnya juga akan mengibarkan bendera setengah tiang.

Penembakkan di El Passo, Texas, terjadi pada Sabtu (3/8). Seorang pria yang diidentifikasi sebagai Patrick Crusius (21) melepaskan tembakan membabi-buta di pusat perbelanjaan Walmart, sehingga menewaskan 20 orang dan melukai 24 orang lainnya.

Berselang sehari setelah tragedi El Paso, penembakan massal kembali terjadi di sebuah Bar Oregon di Ohio, yang menewaskan sembilan orang dan melukai 27 orang lainnya, hanya dalam waktu satu menit.

Asisten kepala kepolisian Dayton, Ohio, Matt Carper, menyebut pelaku penembakan itu adalah Connor Betts, seorang pria kulit putih berusia 24 tahun.

Carper menyungkapkan peristiwa tragis itu semakin memilukan karena satu dari korban tewas adalah adik perempuan Matt Carper, yang sedang berada di bar ketika kakaknya melakukan aksi penembakan.

Hingga kini, aparat kepolisian masih menyelidiki motif penembakan massal yang dilakukan oleh kedua pelaku, baik di Texas maupun di Ohio.



Sumber: Suara Pembaruan