Dubes AS untuk Rusia Mengundurkan Diri

Dubes AS untuk Rusia Mengundurkan Diri
Jon Huntsman ( Foto: AFP / NICHOLAS KAMM )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Rabu, 7 Agustus 2019 | 17:27 WIB

Washington, Beritasatu.com- Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Rusia, Jon Huntsman, telah mengajukan surat pengunduran diri kepada Presiden Donald Trump dan berencana pulang kembali ke Utah.

Pengunduran diri Huntsman ini mulai efektif pada 3 Oktober 2019 dan terdapat sejumlah spekulasi bahwa dia berencana maju sebagai kandidat gubernur Utah, yaitu jabatan yang pernah diembannya pada 2005-2009.

Informasi itu disampaikan oleh sumber yang disebut mengetahui pemikirannya, tapi sumber yang dekat dengan Huntsman mengatakan keputusan itu belum pasti.

“Kita akan lihat, sudah dua tahun yang panjang,” ujar sumber tersebut.

Keputusan itu datang saat pemerintahan Trump sedang berurusan dengan kepergian Fiona Hill, yaitu pejabat tinggi untuk urusan Rusia di Dewan Keamanan Nasional. Hill akan meninggalkan jabatannya bulan ini sehingga artinya pemerintah harus mengganti dua dari pejabat tinggi AS di Rusia dalam waktu bersamaan.

Tugas Sulit

Penerus Huntsman, siapa pun nantinya, akan menghadapi tugas sulit untuk memenuhi sasaran Trump dalam meningkatkan hubungan dengan Rusia.

Pengunduran diri Hunstman terjadi di tengah peningkatan ketegangan antara kedua negara atas isu terkait pencaplokan Krimea oleh Moskwa, intervensi dalam pemilihan, dan dugaan pembunuhan yaitu upaya meracuni bekas mata-mata ganda Rusia di Inggris.

Para anggota parlemen telah menyuarakan keenganan Trump untuk memberlakukan sanksi-sanksi kepada Rusia, serta melanjutkan upaya untuk meragukan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden tahun 2016.

Sebelumnya, Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin membicarakan kebutuhan dubes AS baru di Rusia lewat sambungan telepon pekan lalu. Kedua pemimpin itu tidak menyebutkan nama pengganti potensial untuk Huntsman.

Huntsman telah menjadi dubes AS di Rusia sejak 2017, secara langsung terlibat dalam kasus Paul Whelan, yaitu direktur keamanan perusahaan Amerika yang secara misterius ditahan oleh otoritas Rusia atas dugaan mata-mata.



Sumber: Suara Pembaruan