Kebakaran Hutan Amazon Semakin Parah, Asapnya Mengepung Sao Paulo

Kebakaran Hutan Amazon Semakin Parah, Asapnya Mengepung Sao Paulo
Ribuan titik api masih membakar hutan terbesar di dunia, Amazon di Brasil. Kebakaran ini merupakan yang terbesar dalam 10 tahun terakhir ( Foto: @EmmanuelMacron )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Jumat, 23 Agustus 2019 | 10:23 WIB

Brasil, Beritasatu.com - Ribuan titik api masih membakar hutan terbesar di dunia, Amazon di Brasil. Kebakaran ini merupakan yang terbesar dalam 10 tahun terakhir. Sebanyak 20 persen oksigen di planet kita dihasilkan dari Amazon.

Negara bagian di utara seperti Roraima, Acre, Rondonia, Amazonas dan Mato Grosso do Sul merupakan daerah terdampak paling parah.

Menurut pengamatan Copernicus Atmosphere Monitoring Service (Cams) milik Uni Eropa, kebakaran ini menimbulkan awan pekat yang menyebar hingga pesisir Atlantik. Kebakaran ini bahkan membuat langit Sao Paulo menjadi gelap, padahal Sao Paulo berjarak 3.200 km dari Amazon.

Menurut data lembaga riset luar angkasa Inpe, hingga Agustus ini tercatat ada sekitar 75.000 titik api, naik hampir dua kali lipat dari 39.759 titik api sepanjang tahun lalu.

Kebakaran hutan ini disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari faktor alam seperti musim kemarau dan petir, hingga ulah manusia yang membabat hutan dengan cara dibakar.

Aktivis lingkungan menyalahkan Presiden Brasil Jair Bolsonaro. Dalam kampanye politiknya, Bolsonaro mengatakan akan "mengembangkan potensi ekonomi Amazon". Menurut aktivis, hal ini membuat warga membuka lahan baru dengan lebih sporadis. Bolsonaro malah balik menuduh aktivis lingkungan "sengaja" membakar hutan untuk mendiskreditkan dirinya.

Alberto Setzer, ilmuwan di Inpe, mengatakan kepada CNN bahwa 99 persen penyebab kebakaran adalah ulah manusia. Dia menyebutkan bahwa kebakaran disebabkan oleh usaha perkebunan, baik kecil maupun modern, yang melalukan deforestasi.

Presiden Prancis Emmanuel Macron di pertemuan G7 mengatakan bahwa kebakaran Amazon adalah krisis internasional dan menyerukan supaya masalah ini dibahas di agenda utama pertemuan. "'Rumah' kita terbakar," kata Macron dalam akun Twitternya.



Sumber: BBC, CNN