Kolombia Perintahkan Penangkapan Mantan Pemimpin FARC

Kolombia Perintahkan Penangkapan Mantan Pemimpin FARC
Presiden Kolombia terpilih Ivan Duque. ( Foto: AFP )
Unggul Wirawan / WIR Sabtu, 31 Agustus 2019 | 11:05 WIB

Bogota, Beritasatu.com- Presiden Kolombia yang konservatif Ivan Duque mengatakan pada Kamis (29/8) akan mengirim unit pasukan khusus untuk memburu para mantan pemimpin FARC yang menyatakan siap mengangkat senjata lagi.

“Saya telah memerintahkan pembentukan unit khusus untuk menangkap para penjahat ini dengan kemampuan intelijen, investigasi dan mobilitas yang diperkuat di seluruh wilayah Kolombia,” kata Duque seperti dilaporkan Reuters.

Menurut Duque, mantan pemimpin FARC itu didukung oleh Presiden sosialis Venezuela Nicolas Maduro.

“Kolombia harus jelas bahwa kita tidak menghadapi gerilyawan baru, tetapi menghadapi ancaman kriminal dari sekelompok teroris-narko yang memiliki perlindungan dan dukungan dari kediktatoran Nicolas Maduro,” kata presiden Kolombia.

Duque menanggapi deklarasi oleh mantan pemimpin gerilyawan Ivan Marquez bahwa ia dan mantan pemberontak lainnya akan melanjutkan pertempuran.

Marquez membuat pengumuman dalam satu video saat muncul di hutan Kolombia diapit oleh 17 pria dan wanita yang memegang senapan. Di belakang mereka ada spanduk kuning FARC.

Tahun lalu, Duque terpilih dengan janji untuk memodifikasi perjanjian damai 2016 bersama FARC. Perjanjian itu dinilai terlalu lunak untuk mantan pejuang yang bersalah atas kejahatan serius.

Duque mengumumkan hadiah tiga miliar peso (sekitar US$ 882.000) untuk penangkapan setiap pria dan wanita yang muncul dalam video.

“Jangan jatuh ke dalam perangkap orang-orang yang hari ini berusaha bersembunyi di balik pakaian ideologis palsu untuk menopang perancah kriminal mereka,” katanya.

Meskipun sebagian besar dari 7.000 gerilyawan FARC meletakkan senjata untuk kembali ke kehidupan sipil, sekitar 2.300 milisi yang didistribusikan di berbagai kelompok menolak untuk melakukannya.



Sumber: Suara Pembaruan