Militer AS Akan Terus Pukul Taliban

Militer AS Akan Terus Pukul Taliban
Tentara Pakistan dilengkapi kendaraan lapis baja ditempatkan di dekat lokasi serangan oleh kelompok bersenjata Taliban di sebuah sekolah di Peshawar pada tanggal 16 Desember 2014. ( Foto: AFP Photo/A Majeed )
Jeanny Aipassa / WIR Jumat, 13 September 2019 | 12:53 WIB

Washington, Beritasatu.com- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sempat menyinggung soal Taliban di Afghanistan, saat pidato tragedi 11 September, di Pentagon.

Dikatakan, militer AS telah memukul Taliban lebih keras dari sebelumnya dan akan terus berlanjut.

Pernyataan itu, mempertegas cuitan Trump di akun Twitter-nya, bahwa selama empat hari terakhir, pasukan militer AS di Afghanistan telah memukul Taliban dengan dasyat selama perang 10 tahun terakhir.

Satu ledakan dahsyat terjadi di dekat kedutaan AS di Kabul, Afghanistan, Rabu (9/11) malam waktu setempat. Gambar di media sosial menunjukkan gumpalan asap membubung di dekat gedung kedutaan besar AS di zona eksklusif Kabul di mana beberapa kedutaan lainnya juga berlokasi.

Alarm dibunyikan oleh kedutaan AS setelah ledakan dan itu bisa didengar di daerah sekitarnya. Ledakan itu disebabkan oleh serangan roket, demikian laporan seorang wartawan setempat.

Sementara itu, Pemimpin Al-Qaeda Ayman al-Zawahiri, menyerukan kepada Muslim pada untuk menyerang target militer AS, Eropa, Israel dan Rusia dalam pidato pada peringatan 18 tahun serangan 11 September.

Al-Zawahiri, seorang ahli bedah Mesir, menjadi kepala al-Qaeda setelah pembunuhan Osama bin Laden di Abbottabad, Pakistan, oleh pasukan komando AS, pada 2011. Dia diyakini bersembunyi di suatu tempat di wilayah perbatasan Afghanistan-Pakistan.

"Jika Anda ingin jihad difokuskan hanya pada target militer, maka militer Amerika telah hadir di seluruh dunia dari timur ke barat. Negerimu dipenuhi pangkalan-pangkalan Amerika dengan semua orang kafir di dalamnya dan korupsi yang mereka sebarkan," katanya dalam video yang disiarkan kelompok media as-Sahab Media Dasar.



Sumber: Suara Pembaruan