Kunjungi New York, Joshua Wong Minta Dukungan Trump

Kunjungi New York, Joshua Wong Minta Dukungan Trump
Pengunjukrasa pro-Beijing memajang bendera besar Tiongkok saat mereka berkumpul untuk bernyanyi dan meneriakkan slogan-slogan di dalam pusat perbelanjaan di distrik Tai Kok Tsui di Hong Kong, Jumat (13/9/2019). ( Foto: AFP / Philip FONG )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Sabtu, 14 September 2019 | 20:20 WIB

New York, Beritasatu.com- Aktivis Hong Kong Joshua Wong mendesak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump agar memasukkan klausul hak asasi manusia (HAM) dalam setiap perjanjian dagang dengan Tiongkok, sebagai upaya untuk mendukung gerakan pro-demokrasi kota itu.

Wong, 22 tahun, juga meminta politisi AS untuk mengesahkan rancangan undang-undang (RUU) yang mendukung kampanye pro-demokrasi Hong Kong.

Hal itu disampaikan Wong saat tiba di New York, AS, Jumat (13/9). Wong gencar meminta dukungan asing seiring meningkatnya gerakan massa di Hong Kong yang dipicu oleh RUU Ekstradisi. Dia berhasil memicu kemarahan Tiongkok setelah mengunjungi Jerman dan bertemu Menteri Luar Negeri Heiko Maas. Tiongkok langsung memanggil duta besar Jerman di Beijing terkait aksi Wong.

“Penting untuk menambahkan klausul HAM dalam negosiasi perdagangan dan menempatkan protes Hong Kong di bawah agenda perundingan perdagangan,” kata Wong.

AS dan Tiongkok saat ini terkunci dalam perang dagang pahit selama setahun terakhir sehingga menyebabkan saling menaikkan tarif ratusan miliar dolar. Pembicaraan perdagangan kedua negara dijadwalkan pada Oktober 2019.

Darurat Militer

Menurut Wong, sangat penting memperhitungkan Hong Kong dalam perundingan sebab menurutnya kota itu mengalami ancaman hukum darurat, mirip dengan darurat militer. Wong mengaku khawatir Tiongkok akan mengirimkan pasukan ke kawasan semi-otonom itu.

Jutaan warga Hong Kong memenuhi jalanan kota itu selama 14 pekan terakhir sebagai tantangan terbesar atas Tiongkok sejak kota itu diserahkan dari Inggris pada 1997.

“Jika Tiongkok tidak berniat melindungi kebebasan ekonomi Hong Kong dan bisnis terbukanya, itu juga akan mempengaruhi dan merusak ekonomi dunia,” katanya.

Selama di AS, Wong akan menghadiri sidang di Kongres Washington terkait RUU HAM dan Demokrasi Hong Kong 2019 pada Selasa (17/9).

Wong disebut akan bertemu Senator Partai Republik Marco Rubio, pengkritik vokal Tiongkok, yang memperkenalkan RUU tersebut pada Juni 2019. Tapi, masih belum jelas apakah Wong akan betemu dengan orang-orang dari pemerintahan Trump.



Sumber: Suara Pembaruan