Delegasi Indonesia Manfaatkan SMU PBB untuk Pertemuan Bilateral

Delegasi Indonesia Manfaatkan SMU PBB untuk Pertemuan Bilateral
Wapres RI Jusuf Kalla memimpin sidang Sustainable Development Goals (SDG) Summit di Markas Besar Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di New York, AS, Rabu (25/9/2019). ( Foto: Kemlu RI / Dokumentasi )
Natasia Christy Wahyuni / JAI Jumat, 27 September 2019 | 16:13 WIB

New York, Beritasatu.com - Delegasi Indonesia memanfaatkan kesempatan untuk mengadakan pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin negara, disela-sela Sidang Majelis Umum (SMU) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-74, di New York, Amerika Serikat.

Wakil Presiden R, Jusuf Kalla (JK), yang menjadi ketua Delegasi Indonesia di Sidang Majelis Umum PBB ke-74, menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Saint Vincent dan Grenadines, Ralph Gonsalves.

Dalam pertemuan itu, JK dan Ralph Gonsalves membahas kerja sama di bidang teknik dan ekonomi, dan mencapai kesepakatan. Draf mengenai kesepakatan kerja sama yang ditawarkan Ralph Gonsalves telah diterima oleh JK.

“Kami telah menerima draft kesepakatan kerja sama teknik dan ekonomi. Tanggapan akan kami sampaikan melalui Kedutaan Besar Indonesia di Caracas," kata JK.

Dia menjelaskan, kerja sama Indonesia dengan Saint Vincent dan Grenadines terutama di bidang perdagangan menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Untuk itu, tawaran kerja sama dari Ralph Gonsalves diharapkan akan mempertahankan tren kenaikan tersebut.

"Angka perdagangan Indonesia dengan negara di Kepulauan Karibia itu meningkat 77% dalam lima tahun terakhir. Kita harus pertahankan trennya,” ujar JK.

Pada kesempatan itu, JK mengundang pelaku bisnis dari Saint Vincent dan Grenadines untuk berpartisipasi dalam Forum Bisnis Indonesia dengan negara Amerika Latin dan Karibia, yang akan digelar pada Oktober 2019.

JK juga menyampaikan selamat atas terpilihnya Saint Vincent dan Grenadine sebagai anggota tidak tetap DK PBB periode 2020-2021.

Selain JK, Menteri Luar Negeri (menlu), Retno Marsudi, juga mengadakan pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin negara, antara lain dengan Utusan Khusus PBB untuk Myanmar, Christine Burgener, PM Bulgaria Boyko Borisov, dan Menlu Bulgaria, Ekaterina Zaharieva.

Sumber : AFP