Senat AS: Sidang Pemakzulan Trump Tak Terhindarkan

Senat AS: Sidang Pemakzulan Trump Tak Terhindarkan
Kombinasi gambar yang dibuat pada 24 September 2019 ini menunjukkan Presiden AS Donald Trump di Markas Besar PBB di New York dan Ketua DPR AS Nancy Pelosi, Demokrat California, di Washington, DC, AS. ( Foto: AFP / ANDREW CABALLERO-REYNOLDS AND SAUL LOEB )
Jeany Aipassa / JAI Selasa, 1 Oktober 2019 | 15:38 WIB

Washington, Beritasatu.com - Senat Amerika Serikat (AS) menyatakan sidang terkait pemakzulan Trump di majelis rendah tersebut tak terhindarkan.

Ketua Senat AS, Mitch McConnell, dari Partai Republik, mengatakan sidang Senat AS tekait pemakzulan Trump tak terhindarkan, jika proses penyelidikan yang dilakukan Kongres AS akhirnya selesai.

Menurut dia, penyelidikan pemakzulan Trump yang diumumkan Ketua Kongres AS, Nancy Pelosi, pada 24 September lalu, telah menimbulkan perdebatan publik yang mengganggu situasi politik negara itu.

Dengan tekanan dari Partai Demokrat dan didukung oleh senator Partai Republik, Komisi Pengawas Intelijen Kongres AS telah melakukan penyelidikan pemakzulan Trump dengan memeriksa dokumen laporan informan rahasia dan memanggil sejumlah saksi dan pihak terkait.

Jika Kongres AS akhirnya memutuskan penyelidikan pemakzulan Trump berujung pada keputusan bahwa Trump bersalah, maka hasil tersebut akan diserahkan kepada sidang Senat AS, untuk memutuskan apakah menghukum Trump ataukah tidak.

“Jika DPR memakzulkan presiden, persidangan Senat AS tentang apakah akan menghukum Trump tidak akan terhindarkan. Saya tidak punya pilihan selain mengambilnya,” kata Mitch McConnel, dalam wawancara dengan CNBC, Senin (30/9/2019).

Komisi Pengawas Intelijen Kongres AS, telah memulai penyelidikan pemakzulan Trump pekan lalu. Selain membaca laporan pengaduan informan rahasia mengenai percakapan telepon antara Trump dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, Kongres juga memanggil sejumlah saksi yang mengetahui percakapan tersebut.

Sejumlah pejabat tinggi dan mantan pejabat di Badan Intelijen AS (CIA) juga dipanggil. Pada Rabu (2/10), Kongres AS telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Menteri Luar Negeri (Menlu) AS, Mike Pompeo.

Dengan pemanggilan tersebut, Mike Pompeo menjadi pejabat pertama di administrasi pemerintahan Trump, yang diperiksa Kongres AS. Pompeo diminta untuk hadir dan menyerahkan seluruh transkrip percakapan Trump dan Zelenskiy.

Sumber : The New York Times/The Washington Post



Sumber: Suara Pembaruan