Bahas Perang Dagang

Menkeu AS akan Kembali Bertemu dengan Wakil PM Tiongkok

Menkeu AS akan Kembali Bertemu dengan Wakil PM Tiongkok
Menteri Keuangan Amerika Serikat, Steven Mnuchin, menyampaikan penjelasan kepada pers, seusai pertemuan dengan delegasi Tiongkok untuk membahas kesepakatan mengakhiri perang dagang di Gedung Putih, Washington DC, 11 Oktober 2019. ( Foto: AFP / Nicholas Kamm )
Jeany Aipassa / JAI Jumat, 18 Oktober 2019 | 15:50 WIB

Washington, Beritasatu.com - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Steven Mnuchin, mengatakan bahwa dia bersama perwakilan perdagangan AS untuk Tiongok, Robert Lighthizer, kemungkinan akan kembali bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Tiongkok, Liu He.

Pertemuan itu, untuk membahas finalisasi kesepakatan perdagangan "tahap 1" antara AS-Tiongkok, yang telah dinegosiasikan di Washington, pada 10-11 Oktober 2019. 

Steven Mnuchin mengungkapkan, pertemuan dengan Liu He kemungkinan akan dilakukan di Santiago, Chili, sebelum pertemuan antara Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping.

Kedua pemimpin negara dijadwalkan bertemu saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik di Chili, pertengahan November 2019.

Menurut Steven Mnuchin, pertemuan itu akan menjadi tahap finalisasi dari kesepakatan perdagangan “tahap 1”, sebelum naskah kesepakatan diserahkan kepada kedua presiden untuk ditandatangani.

Steven Mnuchin juga menyampaikan harapan agar kedua negara dapat merampungkan rincian kesepakatan perdagangan dan ditandatangani kedua presiden pada November mendatang.

Seperti diketahui, perundingan delegasi perdagangan As dan Tiongkok pekan lalu menghasilkan kesepakatan dimana AS setuju untuk menunda kenaikan tarif yang semula dijadwalkan akan mulai berlaku pada 15 Oktober 2019, sedangkan Tiongkok berkomitmen membeli produk pertanian AS, antara lain kacang kedelai dan daging babi.

Juru Bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok, Gao Feng mengatakan, Tiongkok telah membeli 20 juta ton kedelai dari AS tahun ini, di samping 700.000 ton daging babi, 700.000 ton sorgum, 230.000 ton gandum, serta 320.000 ton kapas.

Menurut Gao Feng, pasar Tiongkok sangat besar, dan jika kedua negara mengakhiri perang dagang, dimana semua kenaikan tarif dibatalkan, maka Tiongkok akan memperdalam kerja sama perdagangan dengan AS di banyak bidang.

Geo Feng mengungkapkan, memang ada dampak dari perang dagang dengan AS, investasi asing langsung di Tiongkok justru naik 2,9%, menjadi US$ 100,78 miliar, selama sembilan bulan pertama 2019 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Meski demikian, Gao Feng menilai, tidak ada yang sepenuhnya menjadi pemenang dalam perang dagang yang sebenarnya tidak sejalan dengan kepentingan AS dan Tiongkok.



Sumber: Suara Pembaruan