Kerusuhan Pecah Pascamundurnya Presiden Bolivia

Kerusuhan Pecah Pascamundurnya Presiden Bolivia
Warga memblokir jalan di sekitar alun-alun utama La Paz, ibukota Bolivia, pada Senin (11/11/2019). Aksi kekerasan dan kerusuhan melanda pascapengunduran diri Presiden Evo Morales. ( Foto: AFP / AIZAR RALDES )
Jeanny Aipassa / JAI Selasa, 12 November 2019 | 14:46 WIB

La Paz, Beritasatu.com - Kerusuhan dan bentrokan antarmassa pecah di ibukota Bolivia, La Paz, pascamundurnya Presiden Evo Morales. Warga bahkan melakukan aksi penjarahan dan pengrusakan di beberapa kawasan bisnis.

Kepolisian Bolivia mendesak warga La Paz untuk kembali ke rumah karena tuntutan mereka agar Presiden Evo Morales mundur telah tercapai. Polisi bahkan menyatakan akan bekerja sama dengan militer untuk menumpas para pelaku kekerasan dan penjarahan.

Presiden Evo Morales mengumumkan pengunduran diri pada Minggu (10/11/2019), setelah pemimpin militer mendesaknya mundur akibat aksi unjuk rasa massa besar-besaran untuk menentang hasil pemilihan umum (pemilu) yang dinilai sarat kecurangan.

Setelah mengundurkan diri, Evo Morales meminta suaka politik kepada Meksiko dengan alasan dirinya telah dikudeta oleh gerakan oposisi dan keselamatannya terancam.

Pada Senin (11/11/2019) malam waktu setempat, Morales bertolak ke Meksiko dengan pesawat terbang yang dikirim oleh pemerintah Meksiko untuk mengevakuasinya dari Bolivia.

Lewat akun Twitter-nya, Evo Morales menyampaikan salam perpisahan dan kesedihan karena harus meninggalkan Bolivia. Dia mengungkapkan kepergiannya ke Meksiko hanya sementara dan akan kembali ke Bolivia dengan kekuatan dan energi yang baru.

“Saudara-saudari, saya berangkat ke Meksiko. Sangat bersyukur atas kebaikan Pemerintah Meksiko yang memberi suaka untuk melindungi kehidupan saya. Sakit rasanya meninggalkan negara ini karena alasan politik, tetapi saya akan selalu memikirkan kalian. Saya akan segera kembali dengan lebih banyak kekuatan dan energi,” kata Evo Morales, di akun Twitter-nya, Senin (11/11/2019).

Kepergian Evo Morales ke Meksiko dikonfirmasi oleh Menteri Luar Negeri Meksiko, Marcelo Ebrard. Melalui cuitan di akun Twitter-nya, Marcelo Ebrard mengatakan, pemerintah Meksiko telah menerima permintaan suaka politik Morales dan segera mengirim pesawat ke La Paz untuk menjemputnya.

“Evo Morales kini berada di pesawat yang dikirim Pemerintah meksiko untuk memastikan dirinya dapat berangkat dengan aman ke negara kita,” ujar Marcelo Ebrard.



Sumber: Suara Pembaruan