OAS Sambut Positif Pengunduran Diri Morales

OAS Sambut Positif Pengunduran Diri Morales
Polisi menangkap dua demonstran pendukung Presiden Bolivia, Evo Morales, yang terlibat dalam bentrokan massa, di Kota La Paz, Bolivia, Senin (11/11/2019). ( Foto: AFP / RONALDO SCHEMIDT )
Jeany Aipassa / JAI Selasa, 12 November 2019 | 16:18 WIB

La Paz, Beritasatyu.com - Organisasi Negara-Negara Amerika (OAS) menanggapi positif pengunduran diri Presiden Bolivia, Evo Morales dan menilai hal itu bukan kudeta.

Keputusan Evo Morales untuk mundur sama sekali tak terduga karena sebelumnya dia bersikeras akan tetap memimpin Bolivia, meskipun hasil pemilihan umum (pemilu) belum memberikan verifikasi mengenai kemenangannya.

Namun laporan OAS yang mengungkap temuan manipulasi secara jelas dari penyelenggaraan pemilu Bolivia pada akhir Oktober 2019, membuat Evo Morales terdesak.

Evo Morales kemudian menyatakan akan mengadakan pemilu ulang, namun kemudian mengumumkan pengunduran dirinya setelah pemimpin militer secara terbuka memintanya mundur karena situasi yang tidak memungkinkan.

Setelah mengumumkan pengunduran diri, Evo Morales, menuding para pemimpin oposisi, yakni Carlos Mesa dan Luis Fernando Camacho, telah menghasut rakyat dan merancang kudeta terhadapnya.

“Mereka berbohong dan mencoba menyalahkan saya atas kekacauan dan kekerasan yang mereka sebarkan,” ujar Evo Morales.

Pemerintah Meksiko mendesak pertemuan OAS untuk membahas kekacauan politik di Bolivia dan menyebut pengunduran diri Morales akibat kudeta militer yang memanfaatkan rakyat.

“Apa yang terjadi kemarin (di Bolivia, red) adalah langkah mundur untuk seluruh benua (Amerika, red). Kudeta militer tidak pernah membawa sesuatu yang positif dan itu sebabnya kami khawatir,” kata Menteri Luar Negeri Meksiko, Marcelo Ebrard.

Namun OAS menyebut aksi demonstrasi rakyat Bolivia yang kemudian memaksa Evo Morales mundur bukan bagian dari skenario kudeta, seperti yang dituduhkan Morales kepada oposisi dan militer.

Pernyataan senada juga disampaikan Amerika Serikat (AS) yang menilai pengunduran diri Morales bukan disebabkan kudeta, tetapi oleh kekuatan rakyat.

“Semua ini jelas menunjukkan bahwa rakyat Bolivia sudah tak mau lagi memiliki pemerintahan yang mengabaikan keinginan rakyat yang memilihnya,” bunyi pernyataaan Gedung Putih.



Sumber: Suara Pembaruan