Senat AS Ratifikasi RUU Hak Hong Kong

Senat AS Ratifikasi RUU Hak Hong Kong
Polisi menahan pengunjuk rasa dan mahasiswa setelah mereka mencoba melarikan diri di luar kampus Universitas Politeknik Hong Kong di distrik Hung Hom, Hong Kong, Selasa (19/11/2019). ( Foto: AFP / Nicolas ASFOURI )
Unggul Wirawan / WIR Rabu, 20 November 2019 | 21:22 WIB

Washington, Beritasatu.com- Senat Amerika Serikat (AS) dengan suara bulat meratifikasi undang-undang  yang mendukung "hak asasi manusia dan demokrasi" di Hong Kong pada Selasa (19/11). UU ini mengancam akan mencabut status ekonomi khusus, dan memicu tindakan balasan Tiongkok.

Para anggota parlemen juga menyetujui langkah yang akan melarang penjualan gas air mata, peluru karet dan peralatan lainnya yang telah digunakan oleh pasukan keamanan untuk menekan protes pro-demokrasi selama hampir enam bulan.

Sebaliknya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Geng Shuang mengatakan tujuan AS adalah untuk "mendukung para ekstrimis dan unsur-unsur kekerasan terhadap Tiongkok yang berusaha mengacaukan Hong Kong.

"Tujuan AS mewujudkan rencana jahat mereka untuk menghambat pembangunan Tiongkok dengan mengambil keuntungan dari masalah Hong Kong," tambahnya.

Tiongkok juga bereaksi dengan marah ketika Dewan Perwakilan Rakyat AS meloloskan langkah serupa bulan lalu.

Undang-Undang Hak Asasi Manusia dan Demokrasi Hong Kong Senat akan mengharuskan presiden AS untuk setiap tahun meninjau kembali status perdagangan yang menguntungkan yang diberikan Washington kepada Hong Kong.

Juga mandat sanksi terhadap pejabat Hong Kong dan Tiongkok yang melakukan pelanggaran hak asasi manusia termasuk "rendisi di luar hukum."

"Senat mengirim pesan yang jelas kepada warga Hong Kong yang memperjuangkan kebebasan mereka yang telah lama dihargai: Kami mendengarkan Anda, kami terus mendukung Anda dan kami tidak akan berpangku tangan ketika Beijing merusak otonomi Anda," kata Senator Republik Marco Rubio.



Sumber: Suara Pembaruan