Demo Anti-Kekerasan Terhadap Perempuan Diwarnai Kekerasan

Demo Anti-Kekerasan Terhadap Perempuan Diwarnai Kekerasan
Perempuan berdemonstrasi pada Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan selama pemogokan nasional di Bogota, pada 25 November 2019. ( Foto: AFP / JUAN BARRETO )
Jeany Aipassa / JAI Selasa, 26 November 2019 | 15:51 WIB

Ankara, Beritasatu.com - Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan diperingati dengan aksi unjuk rasa oleh kaum perempuan di berbagai negara, pada Senin (26/11/2019).

Di Turki, Polisi anti huru-hara Turki menggunakan kekerasan untuk membubarkan demonstrasi oleh ribuan perempuan. Para perempuan tersebut menuntut diakhirinya "imunitas” bagi para laki-laki yang menggunakan kekerasan terhadap perempuan.

Puluhan ribu perempuan di berbagai negara turun ke jalan untuk memperingati Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan. Mereka membawa spanduk, poster dan menggunakan bendera, pakaian dan hiasan berwarna ungu, sebagai tanda perlawanan atas kekerasan terhadap perempuan.

Aksi demonstrasi tersebut antara lain berlangsung di Kota Paris (Prancis), Bogota (Kolombia), Ankara (Turki), dan San Salvador (El Savador).  

Di Turki, polisi menghentikan dan membubarkan lebih dari 2.000 perempuan yang berpawai di Jalan Istikal di kawasan pertokoan utama di Istanbul.

Polisi menggunakan semprotan merica. Sebagian saksi melaporkan polisi juga menembakkan gas gas air mata dan peluru karet, tetapi belum ada laporan mengenai korban.

Para penyelenggara demonstrasi mengatakan sudah bosan melihat hukuman ringan yang dijatuhkan pada suami-suami dan kawan laki-laki yang membunuh atau melecehkan perempuan.

Perempuan yang berada dalam barisan depan pawai itu membawa spanduk yang mengatakan “Kami tidak bisa mentoleransi satu lagi perempuan tewas”. Kelompok HAM perempuan Turki mengatakan, hampir 380 perempuan tewas akibat dibunuh sepanjang 2019.



Sumber: Suara Pembaruan