Palang Merah Internasional Kekurangan Bantuan untuk Venezuela

Palang Merah Internasional Kekurangan Bantuan untuk Venezuela
Kerumunan warga mengantre distribusi bantuan kemanusiaan yang disalurkan Palang Merah di Caracas, Venezuela, pada 16 April 2019. ( Foto: AFP / Yuri Cortez )
Unggul Wirawan / JAI Kamis, 5 Desember 2019 | 13:43 WIB

Jenewa, Beritasatu.com - Palang Merah Internasional, Senin (2/12/2019), mengumumkan mengalami kekurangan dana untuk bantuan kemanusiaan di Venezuela.

Menurut Presiden Palang Merah Internasional, Francesco Rocca, dana bantuan darurat yang dibutuhkan untuk Venezuela pada September 2019, mencapai sekitar 50 juta franc Swiss (US$ 50,1 juta atau Rp 706,6 miliar).  Namun dana yang terkumpul kurang 10% dari total permintaan.

Kekurangan dana tersebut, lanjut Francesco Rocca, menyebabka perawatan medis yang vital, obat-obatan, dan makanan yanhg dibutuhkan warga Venezuela yang sedang menghadapi krisis ekonomi dan politik, tidak dapat disediakan.

Meski demikian, Francesco Rocca memperingatkan bahwa bantuan kemanusiaan kepada Venezuela jangan dipolitisasi, karena warga sipil yang putus asa menanggung akibatnya.

“Ini bukan tentang sumber daya, ini tentang kemauan politik,” kata Francesco Rocca.

Menurut Francesco Rocca, badan-badan PBB dan aktor kemanusiaan lainnya menghadapi kekurangan dana yang sama untuk operasi Venezuela. sebagai hasilnya, banyak orang di negara itu "kelaparan dan sekarat".

Francesco Rocca mengungkapkan, ada beberapa pihak ingin menggunakan populasi sipil, keputusasaan mereka, sebagai alat untuk membuat negara itu tidak stabil.

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, tetap berkuasa melalui dukungan pasukan keamanannya. Sementara lebih dari 50 negara, termasuk AS dan Brasil, telah mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai penjabat pemimpin Venezuela.

Sementara itu, lebih dari 4,5 juta orang telah meninggalkan Venezuela, yang berada di tengah-tengah krisis ekonomi dan sosial terburuk dalam sejarah baru-baru ini. Venezuela mengalami krisis politik dan sumber daya yang parah, serta didera sanksi AS.

Francesco Rocca mengecam keengganan donor internasional untuk membantu padahal banyak dari warga yang bertahan di Venezuela sangat membutuhkan.

Francesco Rocca juga menunjukkan bahwa permohonan pendanaan untuk bantuan kemanusiaan dalam situasi krisis lain ternyata tidak menghadapi masalah yang sama.

“Sebagai contoh, setelah badai menghantam Bahama pada bulan September misalnya, permohonan organisasi untuk 12 juta franc Swiss (sekitar Rp 171,3 miliar) dipenuhi dan dilampaui oleh delapan juta franc (sekitar Rp 114,2 miliar) dalam 10 hari,” ujar Francesco Rocca.

Francesco Rocca menilai krisis bantuan untuk Venezuela tidak bisa diterima dari sisi kemanusiaan. Membantu orang di Venezuela bukanlah tindakan politik. Pemberian bantuan adalah satu-satunya cara untuk meringankan penderitaan orang-orang Venezuela di sana.

“Paradoksnya adalah bagi kita lebih mudah menerima dana untuk Suriah dan bahkan untuk Yaman. Saya tidak bisa memikirkan hal lain selain kemauan politik untuk menciptakan situasi seperti ini di lapangan,” kata Francesco Rocca.

Francesco Rocca menolak rumor bahwa krisis kemanusiaan masih diperburuk oleh pemerintah yang memblokir akses ke bantuan. Dia bersikeras bahwa Palang Merah mampu memberikan segalanya dengan cara yang sangat bebas.

"Tapi sayangnya sekarang kita mandek," kata Francesco Rocca.



Sumber: Suara Pembaruan