Disindir Pakar Hukum, Melania Trump Bela Putranya

Disindir Pakar Hukum, Melania Trump Bela Putranya
Barron Trump berjalan di samping ibunya, Melania Trump, saat meninggalkan resort tempat liburan mereka di Florida, pada November 2018. ( Foto: Istimewa )
Jeany Aipassa / JAI Kamis, 5 Desember 2019 | 15:04 WIB

Washington, Beritasatu.com - Ibu Negara Amerika Serikat (AS), Melania Trump, membuat cuitan yang membela dan melindungi putranya, Barron Trump (13), karena disindir seorang pakar hukum konstitusi, saat bersaksi di DPR AS, Rabu (4/12/2019).

DPR AS menghadirkan tiga pakar hukum konstitusi dalam sidang penyelidikan pemakzulan Presiden Donald Trump, di Capitol Hill, Washington, Rabu (4/12/2019).

Keempat pakar tersebut adalah Prof. Noah Feldman dari Universitas Harvard, Prof. Pamela Karlan dari Universitas Stanford, Prof. Michael Gerhardt dari Universitas North Carolina, dan Prof. Jonathan Turley dari Universitas George Washington.

Dalam pernyataannya, Pamela Karlan, mengatakan bahwa konstitusi AS tidak mengenal istilah gelar bangsawan, dan kekuatan petinggi negara untuk kebal terhadap hukum.

Terkait dengan itu, setiap pejabat negara termasuk Presiden AS sekalipun, tidak dapat bertindak sesuai keinginan, atau menggunakan kekuasaan untuk kepentingan politik, tanpa mengacu pada aturan yang digariskan dalam konstitusi.

Pamela Karlan membandingkan gaya pemerintahan sistem kepresidenan dan kerajaan, yang berbeda, sehingga segala titah presiden tak serta merta berlaku seperti titah raja.

“Jadi sementara presiden bisa memberi nama putranya Barron, hal itu tidak serta merta menjadikannya Barron (merujuk gelar bangsawan di Kerajaan Inggris, Red),” ujar Pamela Karlan.

Menanggapi pernyataan Pamela Karlan, Melania Trump tidak tinggal diam. Dia langsung membuat cuitan dengan menyebut Pamela Karlan seharusnya malu karena telah berlaku bias saat memberi kesaksian tentang penilaian hukum terkait penyelidikan pemakzulan suaminya, Donald Trump.

Tak hanya itu, Melania juga mengecam Pamela Karlan karena mengungkit-ungkit anaknya, Barron Trump, yang tidak memiliki keterkaitan dengan kasus yang sedang dihadapi Donald Trump.

“Seorang anak kecil layak mendapatkan privasi dan harus dijauhkan dari politik. Pamela Karlan, Anda harus malu dengan pandangan publik Anda yang jelas-jelas bias dan memanfaatkan seorang anak,” ujar Melania.



Sumber: Suara Pembaruan