Pidato Kenegaraan Trump Tak Ungkit Soal Pemakzulan

Pidato Kenegaraan Trump Tak Ungkit Soal Pemakzulan
Presiden Donald Trump berpidato di Kongres Amerika, Rabu 5 Februari 2020. (Foto: AFP)
Jeanny Aipassa / JAI Rabu, 5 Februari 2020 | 11:59 WIB

Washington, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, sama sekali tak mengungkit soal dakwaan pemakzulan terhadapnya, dalam pidato kenegaraan di hadapan Senat AS, di Capitol Hill, Washington DC, Selasa (4/2), sekitar pukul 21.00 waktu setempat, atau Rabu (5/2) pagi WIB.

Pidato kenegaraan Donald Trump justru bernuansa kampanye karena mengulas sejumlah isu yang dikampanyekannya saat pemilihan presiden 2016 dan tahun ini, yakni peningkatan ekonomi, imigrasi, jaminan kesehatan, dan perang terhadap terorisme.

Donald Trump menghabiskan sebagian besar isi pidatonya dengan menyombongkan revisi perjanjian perdagangan bebas Amerika Utara (NAFTA) yang dinegosiasikannya dengan Meksiko dan Kanada, serta perjanjian perdagangan Tahap I dengan Tiongkok untuk mengakhiri perang dagang antarkedua negara.

Mengenai perjanjian baru NAFTA, Donald Trump mengklaim, hal itu akan mengarah pada tingkat keadilan dan timbal balik yang jauh lebih besar" dalam perdagangan dengan Meksiko dan Kanada.

Sedangkan perjanjian perdagangan Tahap I dengan Tiongkok dinilai mengakhiri praktik pengambilan keuntungan dan kekayaan intelektual AS oleh Tiongkok.

"Perdagangan tidak adil mungkin merupakan satu-satunya alasan terbesar yang saya putuskan untuk mencalonkan diri sebagai presiden," kata Donald Trump.

Tak hanya itu, Donald Trump juga mengungkit tingkat pengangguran AS yang menurun selama tiga tahun masa pemerintahannya karena kebijakan ekonomi termasuk perang dagang dengan Tiongkok membuka peluang tumbuhnya industri di dalam negeri yang menyerap tenaga kerja.

"Pekerjaan sedang booming (melonjak, Red). Negara kita berkembang dan sangat dihormati lagi. Ekonomi AS adalah yang terbaik yang pernah ada. Tingkat pengangguran negara kini berada pada 3,5%, level terendah sejak 1960-an," ujar Donald Trump.

Pada kesempatan tersebut, Donald Trump kembali menyindir Presiden AS sebelumnya, Barack Obama, yang dituding mewariskan ekonomi yang lemah pada pemerintahannya. Donald Trump mengklaim AS kini mulai pulih setelah krisis keuangan 2008.

Pernyataan Donald Trump tersebut mendapat cemoohan dari anggota Senat, sebagian besar dari Partai Demokrat, karena pada minggu sebelumnya pemerintah justru melaporkan ekonomi AS 2019 tumbuh pada laju paling lambat dalam tiga tahun terakhir.

Donald Trump melanjutkan pidatonya dengan menyampaikan bahwa visi ekonominya akan terbukti, jika rakyat Amerika kembali memilihnya sebagai presiden dalam pemilihan umum tahun ini.

"Visi yang saya paparkan malam ini menunjukkan bagaimana kita membangun masyarakat paling makmur dan inklusif di dunia, di mana setiap warga negara dapat bergabung dalam keberhasilan Amerika yang tak tertandingi, dan di mana setiap komunitas dapat mengambil bagian dalam kenaikan luar biasa Amerika," kata Donald Trump.

Gaduh

Ketika Donald Trump menyoroti masalah perawatan kesehatan, suasana di ruang sidang berubah menjadi gaduh. Anggota Senat saling melemparkan cemohan, bahkan tertawa mendengar penjelasan presiden.

Donald Trump mengatakan, dia menginginkan sistem perawatan kesehatan baru yang melindungi rakyat Amerika dengan kondisi yang sudah ada sebelumnya. Ketika Donald Trump mengatakan bahwa dia sedang memerangi perusahaan farmasi, anggota Senat dari Partai Demokrat mulai tertawa keras.

Beberapa diantaranya langsung memotong pidato Donald Trump dengan berteriak dan menyarankannya untuk mengambil sepotong undang-undang yang membahas masalah ini, karena belum dibahas Senat AS sejak tahun lalu.

Sebagian besar anggota senat tertawa, mencemooh, bahkan bangkit dari tempat duduk dan mengangkat tangan tanda protes. Mereka meneriakkan "HR 3", merujuk pada undang-undang kesehatan yang sudah disetujui DPR AS sejak tahun lalu ta[i belum dibahas Senat AS yang dikuasai Partai Republik yang mendukung Presiden Donald Trump.

Namun Donald Trump tak peduli dan melanjutkan pidatonya dengan menyebutkan bahwa 122 anggota parlemen telah menyetujui undang-undang untuk memaksakan pengambilalihan sosialis dari sistem perawatan kesehatan AS, yang memusnahkan rencana asuransi kesehatan swasta dari 180 juta orang Amerika.

"Kami tidak akan pernah membiarkan sosialisme menghancurkan layanan kesehatan Amerika!" ujar Donald Trump.

Presiden Donald Trump juga sedikit menyinggung tentang wabah virus korona dari Tiongkok yang telah menyebar ke berbagai negara. Menurutnya, berbicara tentang masalah kesehatan juga berarti pemerintah AS harus melindungi rakyat AS dai kemungkinan tertular penyakit berbahaya dan mematikan.



Sumber: Suara Pembaruan