Kasus Covid-19 di Italia dan AS Hampir Menyusul Tiongkok

Kasus Covid-19 di Italia dan AS Hampir Menyusul Tiongkok
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Foto: AFP)
Asni Ovier / AO Rabu, 25 Maret 2020 | 07:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Jumlah kasus virus corona jenis baru (Covid-19) di Italia dan Amerika Serikat (AS) semakin mendekati Tiongkok. Bahkan, bila jumlah kasus baru di dua negara itu terus berada di atas 5.000, dalam 3-4 hari akan melampaui Tiongkok.

Dikutip dari situs penyedia data global, worldometers.info, Rabu (25/3/2020), penambahan kasus baru di AS bahkan melampaui jumlah kasus baru harian di Tiongkok. Kasus baru di Negeri Paman Sam mencapai 9.861 sehingga total kasus Covid-19 di AS sebanyak 53.595.

Kasus kematian baru di AS juga terus bertambah sebanyak 143 kasus, sehingga total kematian di negara itu mencapai 696 kasus. Sementara, jumlah pasien yang telah dinyatakan sembuh dari serangan virus Sars-CoV-2, penyebab Covid-19, baru sebanyak 375 orang.

Sementara itu, kasus baru Covid-19 di Italia bertambah 5.249 orang, sehingga total kasus di Negeri Menara Pisa itu mencapai 69.179 orang. Sementara, kasus kematian di Italia bertambah 743 orang dan total kematian di Italia mencapai 6.820 orang.

Hingga Rabu (25/3/2020) pagi, belum ada tambahan kasus baru atau kasus kematian di Tiongkok. Total kasus Covid-19 di Negeri Panda sebanyak 81.171 kasus. Sementara, kasus kematian di negara itu sebanyak 3.277 orang dengan jumlah pasien yang telah dinyatakan sembuh sebanyak 73.159 orang.

Selain di Italia, kasus kematian yang sangat tinggi di luar Tiongkok adalah Spanyol. Kasus kematian di Negeri Matador bertambah 680 orang sehingga total sudah 2.991 orang yang meninggal dunia akibat Covid-19 di sana.

Penambahan jumlah kasus Covid-19 di Spanyol juga sangat tinggi, yakni 6.922 kasus, sehingga total ada 42.058 kasus di sana. Sementara, jumlah pasien yang telah dinyatakan sembuh sebanyak 3.794 orang.

Secara global jumlah kasus Covid-19 juga terus bertambah dan telah mencapai 421.317 kasus. Dari jumlah itu, kasus kematian di seluruh dunia mencapai 18.810 orang dan total kesembuhan sebanyak 108.378 kasus.



Sumber: BeritaSatu.com