Kematian Akibat Corona di AS Tembus 1.000 Jiwa

Kematian Akibat Corona di AS Tembus 1.000 Jiwa
Seorang perempuan berusia lanjut diturunkan dari ambulans untuk menjalani perawatan di NYU Langone Health Center, New York. Kota New York menjadi "pusat" penyebaran virus corona di Amerika. (Foto: AFP)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Kamis, 26 Maret 2020 | 10:56 WIB

Washington, Beritasatu.com - Jumlah kematian di Amerika Serikat (AS) akibat virus corona telah melonjak melewati 1.000 orang.

Menurut data Universitas Johns Hopkins terbaru Kamis WIB (26/3/2020), jumlah kematian di AS telah mencapai 1.041. Kota New York menjadi wilayah dengan jumlah kematian tertinggi sebanyak 280. Sementara total jumlah kasus di AS adalah 68.960.

Sementara Pentagon Rabu (25/3/2020) mengonfirmasi kasus pertaa akibat corona di markas militer AS.

Pentagon mengonfirmasi seorang Marinir AS yang ditempatkan di Departemen Pertahanan dinyatakan positif terkena virus corona.

“Marinir saat ini berada di ruang isolasi di rumahnya dan akan menjalani penilaian lebih lanjut oleh para profesional kesehatan. Hari terakhirnya di Pentagon adalah 13 Maret,” menurut pernyataan Pentagon.

"Ruang kerjanya telah dibersihkan oleh tim respons Pentagon. Selain itu, dilakukan penyelidikan kontak menyeluruh untuk mengurangi risiko dan menjaga kesehatan tenaga kerja di Pentagon.

Baca juga: Teknologi Contact Tracing Corona Singapura Gratis Bagi Developer

Pentagon mempekerjakan lebih dari 22.000 orang, menjadikannya salah satu gedung perkantoran terbesar di dunia.

Pada Minggu, Departemen Pertahanan mengkonfirmasi bahwa seorang kontraktor, yang bekerja di Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan, meninggal setelah dinyatakan positif terkena corona. Ini adalah kematian pertama yang dilaporkan di Departemen Pertahanan AS.

Baca juga: Korban Meninggal Akibat Corona di Spanyol Lampaui Tiongkok

Sementara mengutip data Worldometers, Kamis pukul 10.40 WIB (26/3/2020), seara global, virus corona telah menginfeksi 471.304 dengan jumlah kematian 21.291.

Berikut enam negara teratas dengan jumlah kasus terbanyak.

1. Tiongkok (81.285)
2. Italia (74.386)
3. AS (68.367)
4. Spanyol (49.515)
5. Jerman (37.323)
6. Iran (27.017).



Sumber: CNBC