Corona Infeksi 1,2 Juta di Dunia, Setengah Penduduk Bumi Aktivitas di Rumah

Corona Infeksi 1,2 Juta di Dunia, Setengah Penduduk Bumi Aktivitas di Rumah
Seorang pekerja medis menggunakan alat pelindung membantu pasien corona (Covid-19) di rumah sakit Casal Palocco dekat Roma, Italia. ( Foto: AFP/Alberto Pizzoli )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Minggu, 5 April 2020 | 13:45 WIB

Washington, Beritasatu.com - Jumlah kematian akibat virus corona (covid-19) di seluruh dunia melonjak melewati 64.000 orang ketika Presiden AS Donald Trump memperingatkan warga Amerika untuk bersiap menghadapi jumlah kematian signfikan dalam beberapa hari mendatang.

Negara bagian New York, yang terkena dampak paling parah di AS, mencatat rekor 630 kematian dalam satu hari, sehingga menjadikan total tewas sebanyak 3.565 orang berdasarkan worldometers Minggu (5/4/2020) pukul 13.40 WIB. Inggris juga melaporkan kematian baru harian tinggi, termasuk seorang anak berusia lima tahun.

Sebanyak 1,203 juta orang kini terinfeksi di dunia dan 64.744 orang meninggal sejak virus pertama kali terdeteksi di Tiongkok akhir tahun lalu.

Baca juga: Tes Corona, Indonesia Paling Rendah di ASEAN

Miliaran orang hidup dalam pembatasan dan lockdown dimana sekitar setengah dari penduduk di planet ini yang mencapai 7 miliar harus beraktivitas di rumah karena sekolah dan perusahaan tutup. Langkah ini untuk membantu penyebaran wabah.

Situasi memburuk dengan cepat terjadi di Amerika Serikat. Trump pada Sabtu memperingatkan bahwa akan ada banyak kematian signifikan dari saat ini hampir 8.500 orang tewas akibat corona di AS.

Baca juga: Di Ekuador, Mayat-mayat Korban Virus Corona Dibiarkan di Jalan

Eropa menanggung beban terbesar dari epidemi ini, menyusul kematian di Benua Biru itu lebih dari 45.000 orang. Namun ada berita menggembirakan dari Italia dan Spanyol, dua negara yang terpuruk, di mana tingkat infeksi dan kematian melambat, sehingga menawarkan secercah harapan di Eropa. Sejumlah negara Eropa termasuk Jerman dan Prancis dalam beberapa hari terakhir mendorong penggunaan masker di tempat publik.

Adapun Tiongkok mulai mengatasi wabah corona dengan kehidupan normal kembali di sejumlah provinsi. Namun pemerintah tetap waspada akan kekhawatiran gelombang kedua.



Sumber: South China Morning Post