11 WNI Meninggal Akibat Covid-19 di New York

11 WNI Meninggal Akibat Covid-19 di New York
Paramedis menangani pasien terinfeksi virus "corona". (Foto: AFP / Alberto Pizzoli)
Natasia Christy Wahyuni / RSAT Selasa, 28 April 2020 | 19:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com -  Konsul Jenderal Republik Indonesia (RI) di New York Arifi Saiman mengatakan jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang terkonfirmasi Covid-19 di wilayah kerjanya sampai Senin (27/4/2020) sebanyak 35 orang. Dari total kasus, terdapat tambahan satu WNI yang meninggal dunia sehingga jumlah WNI yang meninggal menjadi 11 orang.

Arifi menjelaskan 35 WNI positif jika diperinci terdiri dari 11 orang meninggal, lima orang dirawat di rumah sakit (RS), 14 orang menjalani karantina mandiri, dan lima orang dinyatakan sembuh. Menurutnya, jumlah tersebut di luar dari WNI yang mungkin terpapar Covid-19 tapi tidak atau belum melaporkannya ke Konsulat Jenderal RI (KJRI) New York.

“KJRI kembali mengimbau masyarakat Indonesia untuk terus memperhatikan dan mematuhi arahan otoritas setempat, menghindari kerumunan dan mempraktikkan physical distancing, serta menjalani pola hidup yang sehat,” kata Arifi kepada Beritasatu.com, Selasa (28/4/2028).

Arifi menjelaskan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) atau Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS, mencatat 988.928 kasus Covid-19 di AS dengan angka korban meninggal 55.461. Sedangkan, jumlah kasus di 15 negara bagian wilayah kerja KJRI New York sebanyak 592.594 dengan jumlah meninggal 37.903.

Negara bagian New York merupakan wilayah dengan jumlah kasus tertinggi yaitu total kasus 293.991 dan jumlah kasus meninggal 22.612. Khusus di Kota New York, jumlah kasus sebanyak 160.486 dengan korban meninggal terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 11.460, dan belum terkonfirmasi (probable) sebanyak 5.213.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI, Selasa, melaporkan 571 WNI telah terinfeksi Covid-19 di 31 negara dan sejumlah kapal pesiar. Perinciannya adalah 31 orang meninggal dunia, 366 orang dalam perawatan, dan 174 orang telah sembuh. Namun, data Kemlu belum memasukkan tambahan kematian WNI di New York.



Sumber: BeritaSatu.com