September, Pfizer Perluas Uji Coba Vaksin Covid-19 pada Ribuan Manusia

September, Pfizer Perluas Uji Coba Vaksin Covid-19 pada Ribuan Manusia
Ilustrasi vaksin. (Foto: AFP)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Rabu, 13 Mei 2020 | 07:19 WIB

New York, Beritasatu.com - CEO dan Chairman Pfizer, Albert Bourla pada Selasa (12/5/2020) mengatakan bahwa perusahaan berencana memperluas uji coba vaksin virus corona (Covid-19) pada ribuan pasien di September mendatang.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Masyarakat Harus Adaptasi dengan New Normal

Raksasa farmasi yang berbasis di Amerika Serikat (AS) ini bekerja bersama dengan produsen obat Jerman, BioNTech, menyuntikkan dosis potensial vaksin, BNT162, ke dalam tubuh manusia untuk pertama kalinya di AS pada minggu lalu. Perusahaan berharap akan menguji hingga 360 orang dalam uji klinis ini.

"Pfizer saat ini sedang menguji empat variasi vaksin yang berbeda," kata Bourla selama CNBC's Healthy Returns Virtual Summit.

"Kami mengumpulkan data secara real time, kami memantau keamanan dosis," kata Bourla.

Baca juga: Kabar Baik! Obat Covid-19 Remdesivir Akan Diproduksi untuk 127 Negara

Bourla mengatakan, Pfizer akan memiliki data valid untuk menentukan variasi vaksin yang bagus pada bulan Juni atau Juli. Jika satu atau dua variasi menunjukkan hasil bagus, perusahaan akan meningkatkan uji coba dan kemudian pada bulan September meluncurkan studi skala besar dengan ribuan peserta jika vaksin terbukti berhasil.

“Jika semuanya berjalan baik dimana produk tersebut aman dan manjur, serta FDA (Food and Drug Administration) dan EMA (European Medicines Agency) dan badan pengatur lainnya merasakan hal sama, kami dapat memberi jutaan dosis dalam periode waktu Oktober," kata Bourla.

Bourla juga mengungkapkan, Pfizer berencana memproduksi ratusan juta dosis pada tahun 2021.

Hingga kini belum ada vaksin yang disetujui FDA untuk menangkal Covid-19. Produsen obat di dunia berlomba menghasilkan vaksin, yang menurut pejabat kesehatan AS diperkirakan memakan waktu 12 hingga 18 bulan. Ada lebih 100 vaksin dalam pengembangan secara global pada 30 April, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).



Sumber: CNBC