Jadi Pandemi Baru, Kasus Covid-19 di Brasil Lampaui Jerman

Jadi Pandemi Baru, Kasus Covid-19 di Brasil Lampaui Jerman
Petugas medis menunjukan rapid test atau pemeriksaan cepat COVID-19. (Foto: Antara / Jojon)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Rabu, 13 Mei 2020 | 10:00 WIB

Rio De Janeiro, Beritasatu.com - Kasus virus corona (Covid-19) yang terkonfirmasi di Brasil melewati Jerman pada Selasa (12/5/2020). Namun yang menyedihkan, Presiden Brasil Jair Bolsonaro ngotot ingin membuka kembali pusat kebugaran dan salon kecantikan di tengah negara itu kini menjadi pusat pandemi baru dunia.

Brasil mencatat 177.589 kasus Covid-19 sejak wabah dimulai pada akhir Februari, melewati kasus di Jerman sebesar 170.508. Brasil juga kemungkinan besar dalam waktu dekat akan melewati kasus di Prancis sebanyak 178.225.

Sejumah negara Eropa mulai melonggarkan lockdown menyusul menurunnya jumlah kematian di kawasan itu. Namun sebaliknya di Brasil wabah itu justru semakin meningkat. Presiden Bolsonaro tidak menggubris risiko virus dan mengkritik isolasi pemerintah negara bagian.

Brasil mencatat hari paling suram dengan 881 kematian dikonfirmasi dalam 24 jam terakhir akibat Covid-19.

Baca juga: Covid-19 Dapat Menginfeksi 70% Warga AS

Bolsonaro menyelesaikan perselisihan dengan gubernur negara bagian minggu ini, melalui sebuah dekrit yang mengklasifikasikan bisnis seperti pusat kebugaran dan salon rambut sebagai layanan penting, sehingga bisa dibuka kembali.

Presiden berpendapat bahwa kerusakan ekonomi akibat penutupan bisnis lebih buruk dari penyebaran virus. "Gubernur yang tidak setuju dengan keputusan tersebut dapat mengajukan tuntutan hukum di pengadilan," tulis Bolsonaro di media sosial.

Dia juga mengancam akan mengambil tindakan hukum terhadap pihak yang tidak mematuhi.

Setidaknya 10 gubernur mengatakan tidak akan mengikuti keputusan tersebut. "Bolsonaro berjalan menuju jurang dan ingin membawa kita semua bersama dia," kata Gubernur Rio de Janeiro, Wilson Witzel di Twitter.

Baca juga: Presidennya Remehkan Corona, Ratusan Ribu Rakyat Jadi Korban

Popularitas Bolsonaro telah menurun sejak krisis dimulai, jajak pendapat menunjukkan. Ketidaksetujuan presiden meningkat menjadi lebih 55 persen dalam survei yang dirilis Selasa, dari 47 persen pada Januari.

Investigasi yang disahkan Mahkamah Agung terhadap dugaan upaya Bolsonaro untuk ikut campur dalam penyelidikan polisi juga telah mengikis dukungannya.

Bolsonaro memenangkan Pemilihan Umum pada 2018 dengan janji membersihkan politik kotor dan melakukan reformasi yang ramah pada pasar untuk memulihkan pertumbuhan ekonomi setelah resesi.

Sumber mengatakan kepada Reuters bahwa pemerintah segera memangkas prospek ekonomi 2020 secara dratis, memprediksi penurunan lebih 4 persen, turun dari perkiraan sebelumnya.

Kasus di Brasil telah melewati Jerman dan kemungkinan Prancis ketika jumlah pengujian masih jauh di bawah kedua negara itu. Hingga Senin, Brasil telah memproses hampir 338.000 tes Covid-19 dalam tiga bulan di laboratorium resmi, kata Kementerian Kesehatan. Sementara 145.000 tes masihi dalam analisis.

Sebaliknya, laboratorium bersertifikasi Jerman menguji lebih 330.000 sampel minggu lalu dan memiliki kapasitas menguji sekitar 838.000 sampel per minggu. Prancis juga telah berinvestasi dalam pengujian virus untuk meningkatkan kapasitas menjadi 700.000 tes per minggu.

Kementerian Kesehatan Brazil telah mengonfirmasi 12.400 kematian akibat virus pada Selasa. Berdasarkan model penelitian University of Washington Institute for Health Metics and Evaluation (IHME), memperkirakan korban tewas akibat Covid-19 di Brasil pada Agustus lebih 88.000 orang.



Sumber: Reuters