Trump Klaim Minum Hidroksikloroquin Tiap Hari

Trump Klaim Minum Hidroksikloroquin Tiap Hari
Presiden AS Donald Trump. ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Heru Andriyanto / HA Selasa, 19 Mei 2020 | 05:16 WIB

Beritasatu.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa dia minum hidroksikloroquin -- obat malaria yang dia sebut bisa dipakai untuk mengobati Covid-19 -- meskipun dia sudah dites negatif atas penyakit tersebut dan otoritas kesehatan memperingatkan bahaya efek samping obat keras itu.

Dalam jumpa pers Senin (18/5/2020) waktu setempat, Trump bahkan mengatakan dia minum hidroksikloroquin setiap hari dalam satu setengah pekan terakhir.

"Saya meminumnya. Dan saya bisa sampaikan kepada kalian bahwa sejauh ini saya baik-baik saja," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Baca juga: Produsen Obat Malaria Dapat Izin Obati Pasien Covid-19

Presiden menambahkan bahwa dia hanya memakai dosis kecil saja dan selama ini tidak mendapatkan gejala infeksi virus corona sedikit pun.

Dia juga mengklaim bahwa banyak pekerja medis di garis depan perang melawan wabah Covid-19 juga minum hidroksikloroquin.

“Banyak dokter yang mengonsumsinya,” ujarnya tanpa merinci lebih jauh.

Justru menurut Presiden Trump dia minum obat itu tiap hari karena “banyak testimoni positif” dari kalangan profesional di bidang medis yang memuji khasiatnya.

Baca juga: Jokowi: Klorokuin Bukan Obat Bebas untuk Virus Corona

Beberapa pekan sebelumnya, surat kabar The New York Times memberitakan bahwa keluarga Trump memiliki hubungan finansial dengan perusahaan induk yang memproduksi hidroksikloroquin.

Para dokter yang telah meresepkan obat ini melakukannya hanya untuk para pasien yang sudah dinyatakan positif mengidap Covid-19. Trump, di pihak lain, meminumnya untuk pencegahan.

Akhir April lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (Food and Drug Administration/FDA) memperingatkan risiko dalam mengonsumsi obat ini.

"FDA telah mendapatkan laporan-laporan tentang masalah ritme jantung yang serius pada pasien Covid-19 yang diberi obat hidroksikloroquin, seringkali dengan kombinasi azithromycin dan obat-obatan jenis QT lainnya. Kami juga tahu bahwa ada peningkatan pemakaian obat-obatan ini yang diresepkan untuk pasien rawat jalan," kata FDA dalam pernyataannya.

"Oleh karena itu, kami bermaksud mengingatkan para tenaga kesehatan profesional dan para pasien atas risiko nyata terkait hidroksikloroquin dan kloroquin. Kami akan terus menyelidiki risiko penggunaan hidroksikloroquin dan kloroquin dalam kasus Covid-19 dan akan mengumumkannya kalau sudah mendapatkan informasi lebih banyak."

Baca juga: Guru Besar UGM: Jangan Sembarang Konsumsi Klorokuin

Trump mengatakan bahwa dia mengonsumsi obat itu di bawah pengawasan tim medis Gedung Putih. Dia diketahui memiliki gangguan jantung menahun berdasarkan keterangan mantan dokter Gedung Putih, Ronny Jackson, pada 2017.

"Hidroksikloroquin dan kloroquin belum terbukti sebagai obat yang aman dan efektif untuk mengobati atau mencegah Covid-19. Dua obat itu sedang diteliti lewat uji klinis kasus Covid-19 dan kami mengizinkan penggunaannya untuk sementara selama pandemik Covid-19 untuk mengobati pasien yang opname, ketika uji klinis tidak memungkinkan," kata FDA.

"Hidroksikloroquin dan kloroquin bisa menyebabkan ritme jantung yang tidak normal dan juga detak jantung cepat yang disebut ventricular tachycardia," kata badan tersebut.



Sumber: Independent