Pandemi Covid-19 di Brasil Memburuk, Kasus Baru Capai 20.000

Pandemi Covid-19 di Brasil Memburuk, Kasus Baru Capai 20.000
Ilustrasi pemeriksaan Covid-19 di laboratorium. ( Foto: AFP )
Natasia Christy Wahyuni / FER Kamis, 21 Mei 2020 | 18:53 WIB

Rio de Janeiro, Beritasatu.com - Kasus virus corona atau Covid-19 di Brasil semakin memburuk dan diperkirakan segera menjadi negara dengan jumlah kasus tertinggi kedua di dunia.

Baca Juga: Rusia Tempati Peringkat Kedua Dunia Kasus Covid-19

Prediksi itu merujuk laporan Kementerian Kesehatan Brasil bahwa jumlah kasus kematian baru per Rabu (20/5/2020) sebanyak 888 orang dan hampir 20.000 kasus infeksi baru dalam satu hari.

Brasil mungkin secepatnya akan berada di bawah Amerika Serikat (AS) dalam jumlah kasus Covid-19. Rusia saat ini masih menjadi negara dengan peringkat kedua jumlah kasus Covid-19, tapi angka kematian di Rusia jauh lebih sedikit yaitu 2.972 dari 308.705 kasus terkonfirmasi.

Sedangkan, jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di Brasil mencapai 291.579 dan jumlah kematian 18.859. Brasil menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi ketiga di dunia pada Selasa (19/5/2020) dengan catatan kematian dalam satu hari mencapai 1.179 orang.

Baca Juga: Akhir Juni, Sepakbola Brasil Bisa Dimulai

Presiden Brasil, Jair Bolsonaro telah secara luas dikritik atas penanganan Covid-19 di dalam negeri. Mantan kapten tentara sayap kanan itu sejak lama mengecam langkah pembatasan sosial, sebaliknya mendesak pembukaan ekonomi.

Bolsonaro juga menjadi pendukung kuat untuk obat malaria chloroquine sebagai obat yang mungkin untuk Covid-19, meskipun peringatan dari para pakar kesehatan.

Kementerian Kesehatan Brasil mengeluarkan panduan terbaru untuk penggunaan lebih luas obat anti-malaria dalam kasus virus corona yang ringan.

Baca Juga: Rumah Sakit di Brasil Nyaris Lumpuh

Menteri Kesehatan Dalam Negeri Brasil, Eduardo Pazuello, seorang jenderal angkatan darat aktif, mengesahkan protokol setelah dua dokter terlatih meninggalkan pekerjaan utama di kementerian tersebut karena tekanan untuk pemakaian dini chloroquine dan hydroxychloroquine.

"Kita sedang berperang. Lebih buruk dari kekalahan adalah rasa malu karena tidak melakukan perlawanan,” ujar Bolsonaro terkait keputusan pemerintah yang mengedepankan penggunaan obat tanpa bukti efektivitasnya.

Jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di seluruh dunia mencapai hampir 5 juta orang dengan angka kasus tertinggi disumbangkan oleh AS, yaitu lebih dari 1,5 juta orang terinfeksi, disusul Rusia dan Brazil.



Sumber: Reuters