Diberi Peringatan Hoax dari Twitter, Donald Trump Meradang

Diberi Peringatan Hoax dari Twitter, Donald Trump Meradang
Presiden AS, Donald Trump. (Foto: AFP / MANDEL NGAN)
Faisal Maliki Baskoro / FMB Rabu, 27 Mei 2020 | 07:35 WIB

Washington, Beritasatu.com - Untuk pertama kalinya, Presiden AS Donald Trump mendapatkan peringatan dari Twitter soal cuitannya yang memiliki konten tidak benar.

Dalam tweetnya, Trump mengatakan pemungutan suara lewat surat adalah bentuk kecurangan dalam pemilu, Kotak surat akan dirampok, surat suara akan dipalsukan dan dicetak dan ditandatangani secara ilegal. Gubernur California sedang mengirimkan jutaan surat suara, dan semua warga AS, terlepas dari siapa mereka dan bagaimana mereka bisa tinggal di AS, akan mendapatkannya. Lalu akan ada orang-orang profesional yang menyuruh mereka untuk memilih siapa.

Twitter memberikan peringatan "Get the facts about mail-in ballots" dalam tweet Trump tersebut. Ketika diklik, pengguna akan diarahkan ke situs yang mengatakan klaim Trump tersebut tidak berdasar. Pengecekan fakta dilakukan oleh CNN, Washington Post, dan media kredibel lainnya.

Juru bicara Twitter mengatakan cuitan Presiden Trump berpotensi memiliki informasi yang tidak benar terkait proses voting dan sengaja diberikan label cek fakta untuk memberikan konteks bagi pembaca.

Trump pun meradang setelah cuitannya diberi tanda peringatan hoax. Lewat akun Twitternya, dia mengatakan Twitter telah campur tangan dalam Pilpres 2020.

"Twitter membatasi kebebasan berpendapat, dan saya sebagai Presiden, tidak akan membiarkan ini terjadi," cuitnya.

 



Sumber: CNBC.com