Aksi Demo George Floyd Dikhawatirkan Picu Penularan Covid-19

Aksi Demo George Floyd Dikhawatirkan Picu Penularan Covid-19
Gubernur Negara Bagian New York, Andrew M Cuomo. (Foto: Istimewa)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Minggu, 31 Mei 2020 | 05:48 WIB

New York, Beritasatu.com - Demonstrasi besar-besaran melanda sejumlah kota di Amerika Serikat (AS) merespons kematian seorang pria kulit hitam George Floyd oleh anggota kepolisian Minneapolis, Derek Chauvin. Petugas polisi berkulit putih yang menekan leher Floyd itu, sudah ditangkap Jumat (29/5/2020) dan didakwa dengan pembunuhan yang menyebabkan kematian.

Baca juga: 270 WNI di Minneapolis dalam Keadaan Aman

Aksi protes berlanjut Jumat malam dan memasuki Sabtu pagi di kota-kota seperti Portland, Oregon, Atlanta, Georgia. Bahkan demonstrasi berubah menjadi kerusuhan di sejumlah wilayah. Menyikapi hal itu, Garda Nasional dimobilisasi di beberapa kota.

Namun protes besar atas kematian George Floyd telah menimbulkan kekhawatiran penularan virus corona (Covid-19) pada para pemimpin negara negara bagian AS.

Baca juga: Korban dan Polisi yang Menewaskannya Pernah Bekerja Bersama sebagai Satpam

Gubernur New York Andrew Cuomo mendesak para pemrotes mengenakan masker. “Kamu punya hak untuk protes. Anda memiliki hak untuk menunjukkan. God Bless America,” kata Cuomo pada konferensi pers Sabtu atau Minggu pagi WIB (31/5/2020).

Namun pelaku unjuk rasa tidak memiliki hak menginfeksi orang lain. "Anda tidak memiliki hak untuk bertindak dengan cara yang akan membahayakan kesehatan masyarakat," kata Cuomo.

Sementara Gubernur Minnesota, Tim Walz memuji para demonstran damai awal pekan ini yang mengenakan masker dan mempraktikkan jarak sosial. Namun ia mengatakan protes pada Jumat, yang berubah menjadi kekerasan, adalah cerita yang berbeda. "Masker tadi malam dipakai untuk menyamar," kata Walz pada konferensi pers Sabtu.

Menurut dia, masker yang dikenakan orang-orang di sana menyebabkan kebingungan dan mengambil keuntungan dari situasi ini.



Sumber: CNBC