Dr Fauci Prediksi Vaksin Covid-19 Tidak Beri Kekebalan Jangka Panjang

Dr Fauci Prediksi Vaksin Covid-19 Tidak Beri Kekebalan Jangka Panjang
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Foto: AFP)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Rabu, 3 Juni 2020 | 07:14 WIB

Washington, Beritasato.com - Pakar penyakit menular terkemuka Amerika Serikat (AS), Dr Anthony Fauci memperingatkan bahwa vaksin corona kemungkinan tidak memberikan kekebalan jangka panjang.

"Jika Covid-19 bertindak seperti virus corona lain, kemungkinan besar itu tidak memiliki durasi kekebalan yang panjang," kata Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS dalam wawancara dengan Editor JAMA Howard Bauchner, Selasa (2/6/2020).

"Ketika Anda melihat sejarah virus corona, atau virus corona umum yang menyebabkan flu biasa, mengacu laporan dan literatur bahwa daya tahan kekebalan berkisar tiga, enam bulan hingga kurang setahun. Itu tidak banyak membuat daya tahan dan perlindungan," kata Penasihat Kesehatan Gedung Putih ini.

Baca juga: Terapi Plasma Konvalesen, Harapan Baru untuk Pasien Covid-19 di Indonesia

National Institutes of Health AS telah bekerja cepat dengan perusahaan biotek Moderna untuk menciptakan vaksin potensial guna mencegah Covid-19, yang telah menginfeksi 6,28 juta orang di seluruh dunia dan menewaskan 375.987, menurut data Universitas Johns Hopkins.

Fauci pada Selasa mengatakan bahwa Modena mengharapkan ada sekitar 30.000 orang mendaftar guna memulai uji coba fase 3 pada bulan Juli.

Dia mengatakan setidaknya ada empat percobaan untuk menghasilkan vaksin potensial yang melibatkan dirinya baik secara langsung atau tidak langsung.

Baca juga: Dokter Penguji Vaksin Covid-19 di Moderna Sebut Injeksi Siap 2020

Ketika ditanya apakah para ilmuwan akan dapat menemukan vaksin yang efektif, Fauci mengatakan sangat optimistis, meskipun tidak pernah ada jaminan. Dia mengatakan, mungkin butuh waktu berbulan-bulan untuk mendapatkan jawaban sebelum para ilmuwan menemukan apakah vaksin itu berfungsi.

Pejabat dan ilmuwan AS berharap vaksin Covid-19 akan siap pada paruh pertama 2021 atau 12 hingga 18 bulan sejak para ilmuwan Tiongkok pertama kali mengidentifikasi virus corona dan memetakan urutan genetiknya. Ini adalah kerangka waktu (timeline) yang memecahkan rekor dimana proses penemuan vaksin biasanya memakan waktu sekitar satu dekade. Pengembangan vaksin tercepat, yakni penyakit gondong, membutuhkan waktu empat tahun dan dilisensikan pada tahun 1967.



Sumber: CNBC