Maskapai Tiongkok Dilarang Terbang ke AS

Maskapai Tiongkok Dilarang Terbang ke AS
Pesawat Boeing 737 MAX 8 dikirim untuk maskapai Air China dengan upacarapenyambutan di Zhoushan, di provinsi Zhejiang, Tiongkok timur pada 15 Desember 2018. (Foto: AFP / Dokumentasi)
Faisal Maliki Baskoro / FMB Kamis, 4 Juni 2020 | 08:32 WIB

Washington, Beritasatu.com - Amerika Serikat melarang maskapai penumpang Tiongkok terbang ke AS mulai 16 Juni nanti. Tindakan ini adalah balasan terhadap Tiongkok yang masih menutup maskapai AS terbang ke Tiongkok.

"Kebijakan ini bukan untuk meningkatkan ketegangan, tetapi supaya kedua belah pihak bisa mendapatkan hak bilateralnya. Kami siap meninjau kembali kebijakan ini, jika (otoritas penerbangan Tiongkok) mengubah kebijakan mereka supaya lebih baik bagi maskapai AS," demikian disampaikan Kementerian Transportasi AS.

Penerbangan Tiongkok ke AS sudah jarang sejak Covid-19. Maret lalu, otoritas penerbangan Tiongkok hanya mengizinkan maskapai dari Tiongkok menerbangkan penumpang sekali seminggu, satu rute ke negara mana saja.

Larangan ini berasal dari ketegangan Washington dan Beijing yang meningkat akhir-akhir ini. Sengketa ini juga tidak umum karena Pemerintah AS biasanya justru mempermudah izin maskapai masuk bandara internasionalnya. Larangan ini mempengaruhi maskapai Air China, China Eastern, China Southern and Xiamen.

Kementerian Transportasi AS memastikan penerbangan dari Hong Kong tidak terdampak larangan ini.

Pada bulan Januari, maskapai AS dan Tiongkok melayani 325 penerbangan per minggu antara kedua negara tersebut.

Delta Air Lines dan United Airlines masih ingin kembali terbang ke Tiongkok setelah berhenti akibat pandemi Covid-19, tetapi hingga saat ini belum mendapat izin dari Tiongkok.

Delta, dalam pernyataan resminya, mengatakan bahwa pihaknya mendukung dan menghargai tindakan pemerintah AS dalam menegakkan hak dan keadilan bagi Delta.

United mengatakan ingin melanjutkan layanan penerbangan AS-Tiongkok jika sudah diizinkan.



Sumber: CNBC.com