Kematian Covid-19 Tembus 30.000, Brasil Berniat Buka Bisnis

Kematian Covid-19 Tembus 30.000, Brasil Berniat Buka Bisnis
Petugas medis meletakkan peti mati berisi mayat korban Covid-19 di dalam kendaraan di luar Rumah Sakit, San Jose, di Santiago, Chili, Senin (1/62020). (Foto: AFP)
Natasia Christy Wahyuni / JAI Jumat, 5 Juni 2020 | 12:47 WIB

Sao Paulo, Beritasatu.com - Meski mencatat rekor kematian akibat pandemi virus corona (Covid-19) lebih dari 30.000 orang, Brasil tetap berniat membuka kembali kegiatan bisnis di negara itu.

Brasil melaporkan rekor kematian Covid-19 dalam dua hari berturut-turut dengan angka kematian terakhir pada Rabu (3/6/2020) sebanyak 1.349 orang dan tambahan kasus positif sebanyak 28.633 orang.

Brasil saat ini mencatat 32.548 kematian dari 584.016 kasus terkonfirmasi Covid-19. Negara itu berada di peringkat tertinggi kedua kasus positif Covid-19 di dunia. Meski begitu, otoritas kota dan negara bagian tetap bergerak agresif untuk kembali membuka kegiatan bisnis.

Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, telah berulang kali meremehkan ancaman virus, menyebut pada Selasa (2/6), bahwa kematian adalah “takdir setiap orang”.

Otoritas lokal dan negara bagian yang telah mendukung langkah karantina, melakukan pelonggaran pembatasan karena kelaparan meningkat dan keuangan publik merosot sampai ke titik merah.

Di Rio de Janeiro, kota terbesar kedua Brasil, banyak jenis toko sudah diizinkan buka kembali untuk pertama kalinya sejak Selasa (2/6), setelah penguncian dalam beberapa bulan akibat pandemi Covid-19.

“Pembukaan kembali bagi saya tampaknya perlu, tapi itu harus dilakukan sangat hati-hati,” kata Renato Maya, penduduk di Niteroi, seberang kanan dari teluk dari Rio, saat melakukan tes virus corona, Rabu.

Amerika Latin secara keseluruhan telah muncul sebagai titik panas Covid-19 yang terburuk di dunia, termasuk negara-negara seperti Peru, Ekuador, Chile, dan Panama juga berjuang atas lonjakan kasus yang masif.

Meksiko juga mencatat rekor baru 1.092 kematian Covid-19 pada Rabu, dengan jumlah kasus terkonfirmasi melampaui 100.000.

Kantor regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peringatan kepada Brasil, untuk menentang pembukaan kembali yang dinilai terlalu cepat karena ada resiko kebangkitan Covid-19.

Kementerian Kesehatan menyatakan tidak ada cara untuk menentukan kapan puncak kematian akan terjadi karena ukuran negara dan keragaman geografis.



Sumber: Reuters, AFP, Suara Pembaruan