ICC Kecam Sanksi AS

ICC Kecam Sanksi AS
Jaksa Agung AS William Barr berbicara pada konferensi pers bersama soal Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), di Departemen Luar Negeri AS, Washington, DC, Kamis (11/6). (Foto: AFP / YURI GRIPAS)
Unggul Wirawan / WIR Sabtu, 13 Juni 2020 | 07:12 WIB

Den Haag, Beritasatu.com-Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) telah mengutuk sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap para pejabat yang menyelidiki potensi kejahatan perang AS. Pada Kamis (11/6), ICC menyatakan "ancaman dan tindakan paksa" Washington tidak dapat dibiarkan menghalangi aturan hukum.

“Serangan-serangan ini merupakan eskalasi dan upaya yang tidak dapat diterima untuk mengganggu aturan hukum dan proses pengadilan,” kata ICC yang mengecam balik setelah AS menjatuhkan sanksi pada sejumlah pejabat pengadilan yang menyelidiki tuduhan kejahatan perang.

Sanksi AS yang baru datang setelah ICC meluncurkan penyelidikan kejahatan perang terhadap personel militer Amerika. ICC menemukan alasan untuk meyakini bahwa tindakan tersebut telah dilakukan di luar negeri dalam laporan awal.

Washington telah berulang kali mengecam penyelidikan, bahkan menolak visa perjalanan penyelidik ICC, Fatou Bensouda. AS juga bersumpah melancarkan pembalasan lebih lanjut jika ICC melanjutkan pekerjaannya.

Pada Kamis (11/6), kantor pers Gedung Putih menyatakan Presiden Donald Trump juga telah mengizinkan "perluasan pembatasan visa" terhadap pejabat ICC dan anggota keluarga mereka.



Sumber: Suara Pembaruan