Menlu Amerika Sebut Bolton Pengkhianat

Menlu Amerika Sebut Bolton Pengkhianat
John Bolton (Foto: AFP / Dokumentasi)
Heru Andriyanto / HA Jumat, 19 Juni 2020 | 12:39 WIB

Beritasatu.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo menyebut mantan penasihat keamanan nasional John Bolton sebagai pengkhianat karena menulis buku yang dinilai penuh kebohongan terkait pemerintahan Presiden Donald Trump.

"Saya belum membaca buku tersebut, tetapi dari kutipan-kutipan yang saya baca di berita, John Bolton sedang menyebarkan kebohongan, pemutarbalikan fakta, dan kepalsuan nyata," kata Pompeo dalam pernyataan yang dirilis Kamis (18/6/2020) malam waktu setempat atau Jumat WIB.

"Ini sangat menyedihkan sekaligus membahayakan bahwa peran publik John Bolton yang terakhir adalah peran seorang pengkhianat yang merusak Amerika dengan melanggar kepercayaan tulus rakyat."

"Bagi teman-teman kami di seluruh dunia: Anda tahu bahwa Amerika di bawah Presiden Trump adalah pejuang kebaikan di dunia," lanjutnya.

Gedung Putih berusaha keras menggagalkan penerbitan buku Bolton berjudul "In the Room Where it Happened" (Dalam Ruangan di Mana ini Terjadi). Menurut bocoran isi buku tersebut yang sudah dimuat di sejumlah media, Bolton mengungkap banyak hal mencengangkan soal Presiden Trump ketika dia masih menjabat sebagai penasihatnya.

Baca juga: Terungkap, Trump Minta Bantuan Presiden Tiongkok untuk Pilpres 2020

Salah satunya, dia menuduh Trump meminta bantuan Presiden Tiongkok Xi Jinping untuk memenangi pemilihan presiden 2020.

Pompeo Bilang Trump Brengsek?
Bolton juga menuduh bahwa Pompeo secara diam-diam menghujat Trump saat berlangsung perundingan dengan Korea Utara.

Ketika itu, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyalahkan para presiden AS sebelumnya sebagai penyebab buruknya hubungan dua negara.

Kim juga mengatakan ke Trump mereka bisa membuang rasa saling tidak percaya dan segera meraih kesepakatan nuklir. Lalu Trump menyampaikan ke Kim bahwa dia akan mengusahakan persetujuan Senat untuk meraih kesepakatan dengan Korut.

Setelah itu, tulis Bolton, Pompeo mengirimnya catatan, yang kurang lebih berbunyi: "dia [Trump] betul-betul brengsek" (he is full of s***).

Dalam wawancara dengan Wall Street Journal Rabu lalu, Trump membantah tuduhan Bolton.

"Saya tidak ada masalah dengan Pompeo. Hubungan saya dengan Pompeo sangat baik," kata Trump. Di pihak lain, kata Trump, "hubungan Pompeo dan Bolton sangat buruk".



Sumber: CNN