Unggah Video Editan, Donald Trump Kembali Diperingatkan Twitter

Unggah Video Editan, Donald Trump Kembali Diperingatkan Twitter
Presiden AS Donald Trump menunjukkan tanda tangannya pada Perintah Eksekutif tentang Pemolisian yang Aman untuk Komunitas yang Aman di Washington, DC, AS, Selasa (16/6/2020). (Foto: AFP / SAUL LOEB)
Faisal Maliki Baskoro / FMB Jumat, 19 Juni 2020 | 14:47 WIB

Washington, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mendapatkan peringatan dari Twitter karena mengunggah video editan tentang rasisme di AS.

Dalam video tersebut tampak seorang balita berkulit hitam lari dari balita kulit putih dengan news ticker "CNN" bertuliskan "balita lari ketakutan dari balita rasis". Lalu teks berubah "balita rasis kemungkinan pemilih Trump". Tentu saja CNN tidak pernah membuat berita itu, bahkan ejaan balita pun salah (seharusnya toddler menjadi todler). Video kemudian menunjukkan kejadian asli di mana faktanya adalah sebaliknya. Kedua balita itu berteman dan hanya bermain.

Video itu hendak menunjukkan bahwa pemilih Trump dirugikan dengan fake news atau hoax, dan secara tidak langsung menuduh CNN sebagai penyebar hoax.

Twitter memberikan tanda "manipulated media" pada tweet Trump. Hal ini supaya pembacanya tahu bahwa video yang disebar orang nomor satu di AS itu editan.

Baca juga: Diberi Peringatan Hoax dari Twitter, Donald Trump Meradang

Isu rasisme saat ini menjadi isu yang panas di AS. Berawal dari kematian George Floyd (46), pria kulit hitam, di tangan polisi, yang kemudian menyulut aksi demonstrasi Black Lives Matter di AS. Trump dianggap berada di spektrum yang berlawanan dari gerakan antirasisme karena berusaha membubarkan gerakan tersebut dengan militer. Untungnya, Pentagon menolak keinginan Trump untuk menurunkan militer. 

Kedua orangtua balita itu -Michael Cisneros dan Erica Russo McKenna- mengaku terkejut Trump menggunakan video itu untuk menyebarkan propaganda politiknya.

"Sangat terkejut. Trump mengunggah video ini di Twitternya. Bagi semua pendukung Trump, mudah-mudahan cara Trump menggunakan video ini membuat Anda muak. Seharusnya begitu," kata Erica Russo McKenna di akun Facebooknya.

CNN juga merespons dengan mengatakan bahwa mereka selalu melaporkan fakta daripada men-tweet video editan yang mengeksploitasi anak-anak tidak bersalah. CNN memang pernah memberitakan video tersebut pada tahun 2019 dalam framing bahwa anak-anak tidak mengenal rasisme sejak lahir, bahwa rasisme lahir karena diajarkan.

Ini bukan pertama kalinya Trump diberi peringatan Twitter.  Twitter memberikan peringatan "Get the facts about mail-in ballots" dalam tweet Trump soal Pilpres AS. Dalam tweetnya, Trump mengatakan pemungutan suara lewat surat adalah bentuk kecurangan dalam pemilu.

Baca juga: Kisruh Twitter, Trump Serang Balik Medsos yang Batasi Kebebasan Berpendapat

Trump menuduh Twitter melakukan "sensor" atas konten penggunanya dan memberikan perintah eksekutif untuk menyisir perusahaan media sosial yang membungkam kebebasan berpendapat.



Sumber: CNBC.com