Pilpres AS 2020

106 Miliarder Dukung Kampanye Biden

106 Miliarder Dukung Kampanye Biden
Donald Trump(kiri) dan Joe Biden (Foto: AFP / SAUL LOEB and Ronda Churchill)
Jeany Aipassa / JAI Kamis, 2 Juli 2020 | 18:45 WIB

Washington, Beritasatu.com - Sekitar 106 miliarder menjadi penyandang dana yang mendukung kampanye Joe Biden untuk pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) 2020. Sementara petahana Presiden AS, Donald Trump, hingga kini hanya mendapat dukungan dari 93 miliarder.

Dokumen Komisi Pemilihan Federal yang diulas Forbes, Selasa (30/6), mengungkapkan calon presiden (capres) AS dari Partai Demokrat, Joe Biden, memimpin dalam menggalang dana dari para miliarder dibandingkan capres Partai Republik, Donald Trump, selama kampanye Mei 2020.

“Joe Biden telah menerima sumbangan dari 106 miliarder dan pasangan mereka dan menambahkan enam pendonor baru sepanjang Mei 2020. Sedangkan Donald Trump hanya menambah satu pendonor baru, sehingga total miliarder yag mendukungnya menjadi 93 orang,” demikian bunyi dokumen Komisi Pemilihan Federal, seperti dikutip Forbes, Selasa (30/6/2020).

Disebutkan, satu-satunya miliarder yang bergabung mendukung kampanye Donald Trump untuk Pilpres AS pada Mei 2020, adalah Warren Stephens.

Dia bukan pendonor baru karena telah mendukung super-PAC Amerika First Action yang merupakan gerakan pro-Trump pada 2017. Warren Stephen telah menyumbang sekitar US$ 13 juta untuk kampanye Donald Trump sepanjang 2020.

Forbes juga melaporkan, enam miliarder baru yang bergabung mendukung kampanye Joe Biden pada Mei 2020, antara lain Haim Saban yang sejauh ini telah menyumbang US$ 2 juta, termasuk memberikan US$ 500.000 untuk supeer-PAC yang bertujuan agar Partai Demokrat bisa meraih kursi mayoritas di Senat AS.

David Shaw, pendiri hedge funf D.E.Shaw, dan istrinya, Beth Shaw, juga memberikan sumbangan pertama mereka untuk kampanye Biden, pada Mei 2020. Belum diketahui berapa dana yang disumbangkannya, namun saat Pilpres AS 2020, Shaw menyumbanh sekitar US$ 4 juta untuk mendukung kampante Hillary Clinton.

Forbes menyatakan akan memiliki gambaran jelas mengenai berada banyak dana yang telah dihabiskan Biden untuk kampanyenya, paling lambat bulan depan, ketika Komite Penggalangan Dana Partai demokrat menggalang dana kampanye perorangan.

Meskipun baru mendapat dukungan dari 93 miliarder, jumlah dana tunai dari sumbangan kampanye yang dimiliki Trump lebih tinggi dibandingkan Biden. Pasalnya, Trump telah vakum dari kegiatan kampanye selama tiga bulan terakir.

Laporan itu mengungkapkan, tim kampanye Donald Trump untuk Pilpres 2020, masih memiliki dana sebesar US$ 265 juta, sedangkan Biden hanya US$ 122 juta. Hal itu disebabkan Biden lebih bantak melakukan kampanye, di saat Trump fokus di Gedung Putih untuk mengatasi penyebaran virus corona (Covid-19).



Sumber: Suara Pembaruan