Bill Gates: Vaksin Harus untuk Kepentingan Banyak Orang

Bill Gates: Vaksin Harus untuk Kepentingan Banyak Orang
Bill Gates saat memberikan sambutan pada acara peluncuran The Indonesia Health Fund di Jakarta, Sabtu (5/4). (Foto: Suara Pembaruan/Ruht Semiono)
Unggul Wirawan / WIR Senin, 13 Juli 2020 | 19:54 WIB

Washington, Beritasatu.com- Pendiri Microsoft Bill Gates pada Sabtu (11/7), mengatakan obat Covid-19 dan vaksin di masa depan harus didistribusikan kepada orang-orang yang paling membutuhkannya dan bukan untuk "penawar tertinggi."

“Kami membutuhkan para pemimpin untuk membuat keputusan sulit tentang distribusi berdasarkan kesetaraan, tidak hanya pada faktor-faktor yang didorong pasar,” kata Gates dalam konferensi Covid-19 yang diadakan oleh International AIDS Society.

Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa 21 bakal vaksin saat ini dalam uji klinis sedang diuji pada sukarelawan manusia, tiga di antaranya berada dalam fase ketiga dari percobaan tersebut.

“Jika kita membiarkan obat-obatan dan vaksin pergi ke penawar tertinggi, alih-alih ke orang-orang dan tempat-tempat di mana mereka paling dibutuhkan, kita akan memiliki pandemi yang lebih lama, lebih tidak adil,” kata Gates, seorang filantropis miliarder, saat konferensi Covid-19 jarak jauh yang diselenggarakan oleh International AIDS Society.

Ketika negara dan perusahaan berlomba untuk menghadirkan vaksin ke pasar, kekhawatiran telah meningkat tentang negara-negara kaya yang menerima lebih banyak obat daripada negara-negara berkembang. Ada seruan agar vaksin virus corona di masa depan diperlakukan sebagai barang publik untuk semua orang, tanpa keuntungan.

“Kami membutuhkan para pemimpin untuk membuat keputusan sulit tentang distribusi berdasarkan ekuitas, tidak hanya pada faktor-faktor yang didorong pasar,” tambahnya.

Gates mengatakan hal utama yang dapat diambil dari pelajaran melawan HIV / AIDS dua dekade lalu adalah pentingnya menciptakan sistem distribusi global yang adil untuk membuat obat tersedia untuk semua orang.



Sumber: Suara Pembaruan