Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

OJK Akan Libas Pinjol Ilegal

Kamis, 11 November 2021 | 13:25 WIB
Oleh : Muawwan Daelami / FMB
Polisi menunjukkan barang bukti kasus pinjaman online ilegal di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin, 25 Oktober 2021.

Jakarta, Beritasatu.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memproses secara hukum perusahaan-perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal. Demikian disampaikan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, Kamis (11/11/2021) dalam menyambut Bulan Fintech Nasional.

"Kami mengingatkan kepada masyarakat untuk hati-hati dengan pinjol ilegal. Kami bersama pemangku kepentingan lainnya bersepakat untuk memberantas pinjol ilegal dan memproses secara hukum apabila melanggar perundangan yang berlaku," tegas Wimboh.

Advertisement

Wimboh yang menjadi salah satu pembicara di forum Bulan Fintech Nasional dan Indonesia Fintech Summit 2021 tersebut menyadari, masih adanya ekses-ekses yang harus diperhatikan dan pertimbangkan untuk memberikan perlindungan kepada konsumen khususnya bagi masyarakat di daerah yang kurang memahami produk mana yang betul-betul cocok bagi masyarakat.

Karenanya, kata dia, dalam hal ini edukasi dan literasi menjadi sangat penting. Bulan Fintech Nasional juga bisa menjadi momentum dan wadah bagi masyarakat untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran terhadap produk dan keuangan digital yang aman dan nyaman.

Untuk itu, OJK mengajak semua pihak yang berkepentingan untuk bersama-sama menjaga industri jasa keuangan dan melindungi kepentingan masyarakat dengan tetap mengedepankan produk murah berbasis teknologi dan memberikan layanan lebih baik serta akses yang lebih cepat kepada seluruh masyarakat di daerah.

Tentunya, tutur Wimboh, dengan tetap memperhatikan kepentingan perlindungan konsumen dan mengedepankan adanya literasi dan edukasi kepada masyarakat.

Di samping aktif melibas pinjol-pinjol ilegal, saat ini OJK juga fokus mengekselerasi tranformasi digital di sektor jasa keuangan dengan memanfaatkan potensi ekonomi digital Indonesia.

Pasalnya, berdasarkan data Temasek, Wimboh menyebut, Indonesia diproyeksikan menjadi negara dengan ekonomi digital nomor satu di Asia termasuk Asia Tenggara pada 2025 dengan kontribusi transaski digital mencapai sebesar US$ 124 miliar atau setara Rp 1.736 triliun.

Pada saat ini, Indonesia juga menempati peringkat 4 dunia setelah Tiongkok, Jepang, dan Amerika dalam hal jumlah penduduk yang melakukan transaski jual beli online melalui platform e-commerce sebagaimana data yang dipublikasikan Global e-commerce pada 2019 lalu.

Adapun beberapa kebijakan yang diterapkan OJK untuk mengakselerasi transformasi digital di sektor jasa keuangan adalah mendorong implementasi transformasi digital yang cepat dan massif di sektor jasa keuangan guna menciptakan lembaga jasa keuangan yang agile, adaptif dan kompetitif.

"Kami telah membentuk OJK innovation center for digital finance dan regulatory set work sebagai wadah bagi lembaga jasa keuangan untuk mengembangkan dan menguji inovasi guna mendukung sistem keuangan dan mendorong inklusi keuangan serta pelayanan yang lebih cepat dan lebih bagus kepada masyarakat," papar Wimboh.

Tidak berhenti di situ, OJK juga menciptakan iklim pengaturan yang ramah inovasi dan tetap mengutamakan aspek lingkungan konsumen. Atau dengan kata lain, melindungi kepentingan konsumen dengan memberikan ruang sinergi antara lembaga jasa keuangan dan perusahaan berbasis teknologi sehingga dapat mempercepat pengembangan infrastruktur teknologi baru di sektor jasa keuangan.

Selanjutnya, OJK juga mengembangkan layanan keuangan digital yang kontributif dan inklusif yang fokus pada pemberdayaan umkm. Terkait ahal ini, jelas Wimboh, OJK membuka akses layanan keuangan UMKM yang lebih luas dengan menciptakan ekositem digital seperti bank wakaf mikro securities crowdfunding di pasar modal untuk akses keuangan melalui pasar modal dan digital market place UMKM yang dikenal UMKM.

Kebijakan ini memberikan manfaat besar ditunjukan dengan tingkat inklusi keuangan yang meningkat pada 2019 sebesar 76,19% dibandingkan 2016 sebesar 67,8%.

"Kami yakin, pada 2024 nanti seluruh kebijakan OJK dapat meningkatkan inklusi keuangan menjadi sebesar 90% sebagaimana ditargetkan pemerintah menjadi program nasional inklusi keuangan," tuturnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA TERPOPULER


#1
Putri Politisi Golkar Nurul Arifin Meninggal Dunia

#2
Putri Politisi Golkar Nurul Arifin Meninggal Dunia karena Serangan Jantung

#3
Sang Putri Meninggal, Nurul Arifin: Malaikatku, Engkau Pergi Begitu Cepat

#4
Mayoritas Korban Tewas Terjebak di Karaoke yang Dibakar Massa di Sorong

#5
Pertikaian 2 Kelompok Warga di Sorong, Belasan Meninggal Dunia

#6
Nurul Arifin Ungkap Kronologi Meninggalnya Maura

#7
Polisi Ungkap Peran 5 Tersangka Pengeroyokan Kakek 89 Tahun hingga Tewas

#8
Rupiah Ditutup Melemah Jadi Rp 14.350

#9
Putri Politisi Golkar Nurul Arifin Dimakamkan di San Diego Hills

#10
Putri Nurul Arifin Meninggal Dunia, Keluarga Besar Golkar Ikut Berduka

TERKINI


BOLA | 26 Januari 2022

BOLA | 26 Januari 2022

DIGITAL | 25 Januari 2022

KESEHATAN | 25 Januari 2022

POLITIK | 25 Januari 2022

DUNIA | 25 Januari 2022

NASIONAL | 25 Januari 2022

NASIONAL | 25 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 25 Januari 2022

NASIONAL | 25 Januari 2022