Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Mancini Yakin Italia Bakal Kian Bersinar

Rabu, 16 Juni 2021 | 04:14 WIB
Oleh : JAS
Pelatih Timnas Italia, Roberto Mancini (tengah).

Roma, Beritasatu.com - Pelatih Timnas Italia Roberto Mancini menyatakan timnya yang luar biasa akan kian bersinar dalam pertandingan keduanya di Piala Eropa 2020 melawan Swiss pada Rabu (16/6/2021), setelah melakukan awal yang nyaris sempurna dalam laga pembuka melawan Turki pekan lalu.

Italia memperpanjang catatan tak terkalahkan mereka menjadi 28 pertandingan yang tinggal dua laga untuk menyamai rekor Azzurri yang tercipta hampir 100 tahun lalu, berkat menang 3-0 di Stadio Olimpico, Jumat pekan lalu, yang membuat banyak kalangan menyebutkan bahwa tim asuhan Mancini sebagai calon juara Euro 2020.

"Pertandingan melawan Turki itu sulit," kata Mancini. "Tetapi ketika kami mencetak gol, mereka menjadi terbuka. Kami harus memenangi pertandingan nanti dan jika mungkin yang berikutnya juga. Kami harus bermain sebaik-baiknya."

"Saya yakin. Ini tim yang hebat yang akan terus meningkat. Jika bursa taruhan Inggris bilang (Italia favorit), kami menerimanya karena mereka benar, tapi kejuaraan masih panjang. Kami masih banyak yang harus dikerjakan."

Menang atas Swiss hanya akan membuat Italia menjadi tim pertama yang mencapai babak knockout Piala Eropa 2020 ketika masih menyisakan satu lagi laga Grup A.

Namun demikian Italia hanya pernah dua kali memenangi dua pertandingan pembukanya dalam sembilan keikutsertaannya dalam Piala Eropa terdahulu, pada 2000 dan 2016. Mancini tidak menganggap enteng Swiss.

"Swiss selalu menyulitkan Italia," sambung dia. "Mereka selalu ada di antara peringkat top dalam sepakbola dunia, dengan pemain-pemain yang bagus dan berpengalaman, dan mereka punya pelatih yang tahu sekali Italia setelah sebelumnya melatih di sini."

"Pertandingan ini akan sulit dan kami sudah pasti perlu berada pada tingkat puncak kami."

Bek Italia Leonardo Bonucci memuji kekompakan timnya yang menyoroti semangat tim sebagai salah satu alasan kebangkitan Italia sejak gagal masuk putaran final Piala Dunia 2018.

"Tiga tahun lalu adalah titik terendah kami," kata dia. "Fakta kami terus meningkat adalah konsekuensi alami dari perasaan hati yang baik di antara kami."



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


BOLA | 27 September 2021

BOLA | 27 September 2021

BOLA | 27 September 2021

BOLA | 27 September 2021

BOLA | 27 September 2021

BOLA | 27 September 2021

BOLA | 27 September 2021

BOLA | 27 September 2021

BOLA | 27 September 2021

BOLA | 26 September 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Ditabrak Bus yang Melaju Kencang, Wanita Pengendara Motor Tewas di Bogor

#2
BPN: Pemilik Lahan Garap Hanya Boleh Menggarap, Tidak Mendirikan Bangunan

#3
PS Pati Kalah Lawan Persis di Liga 2, Ini Kata Atta Halilintar

#4
Ini Alasan Bupati Bogor Bersikukuh Bangun Jalur Puncak 2

#5
Yusril Ajukan Judicial Review AD/ART Demokrat, SBY: Hukum Bisa Dibeli, tetapi Tidak untuk Keadilan

#6
PSI Berhentikan Viani Limiardi Sebagai Anggota DPRD DKI dan Kader Partai

#7
Hasil Sementara Pemilu Jerman: Partai Merkel Kalah Tipis

#8
Panglima TNI Tidak Mau Berpolemik Soal Pernyataan Gatot Nurmantyo

#9
Sistem Radarnya Dihancurkan AS, Bandara Kabul Kini Siap Beroperasi Kembali

#10
Luhut: Biar Semua Dibuktikan di Pengadilan

TERKINI


OLAHRAGA | 28 September 2021

NASIONAL | 28 September 2021

OLAHRAGA | 28 September 2021

OLAHRAGA | 27 September 2021

MEGAPOLITAN | 27 September 2021

GAYA HIDUP | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

KESEHATAN | 27 September 2021

KESEHATAN | 27 September 2021

OLAHRAGA | 27 September 2021