Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Kasus Kematian Maradona, Pengacara Perawat Sebut Dokter Lakukan Kelalaian

Kamis, 17 Juni 2021 | 11:02 WIB
Oleh : LES
Para pemain klub Argentina Gimnasia y Esgrima La Plata memberikan penghormatan terakhir kepada pelatih mereka, yang juga legenda sepakbola Argentina, Diego Maradona di kapel, Istana Presiden Argentina, Casa Rosada, Buenos Aires, Kamis (26/11/2020) lalu.

Buenos Aires, Beritasatu.com - Pengacara perawat yang sedang diselidiki dalam kematian Diego Maradonamengatakan, dokter yang telah "membunuh" legenda sepakbola Argentina itu karena kelalaian.

"Mereka membunuh Diego," kata pengacara Rodolfo Baque dikutip dari AFP, Kamis (17/6/2021), setelah kliennya, perawat Dahiana Gisela Madrid, diinterogasi jaksa.

Maradona meninggal karena serangan jantung November lalu dalam usia 60 tahun, beberapa pekan setelah menjalani operasi otak karena pembekuan darah.

Gisela Madrid (36) adalah salah satu dari tujuh orang yang diinvestigasi karena dugaan pembunuhan setelah dewan ahli yang menyelidiki kematian Maradona menemukan ia telah menerima perawatan yang tidak memadai serta mengalami "periode yang berkepanjangan dan menyiksa."

Baque bersikeras dokter yang merawat Maradona saat dia pulih dari operasi otak, bukan kliennya, yang harus disalahkan atas kematian legenda sepak bola tersebut.

Dia mengatakan, Maradona sedang dirawat karena masalah jantung, tetapi pada saat yang sama juga menjalani pengobatan psikiatri yang mempercepat detak jantungnya.

Baque mengatakan, Maradona juga sempat jatuh saat berada di rumah sakit, dan ketika Gisela Madrid meminta agar dilakukan pemindaian CAT, seorang ajudan Maradona menolak dengan alasan jika pers mengetahuinya, maka itu akan terlihat buruk.

"Pada akhirnya, ada banyak tanda peringatan bahwa Maradona akan meninggal... Dan tidak ada dokter yang melakukan apa pun untuk mencegahnya," kata Baque saat jeda interogasi Gisela Madrid, yang berlangsung selama lebih dari delapan jam.

Gisela Madrid adalah perawat sif siang Maradona dan salah satu orang terakhir yang melihatnya hidup.

Investigasi itu dilakukan menyusul aduan yang diajukan oleh dua dari lima anak Maradona terhadap ahli bedah saraf Leopoldo Luque, yang mereka salahkan atas kondisi ayah mereka yang memburuk setelah operasi otak.

Panel yang terdiri dari 20 ahli medis, yang dibentuk oleh jaksa penuntut umum bulan lalu, mengatakan perawatan Maradona penuh dengan "kekurangan dan ketidakberesan."

Jika terbukti bersalah, maka tujuh orang yang dilarang meninggalkan negara itu terancam menghadapi hukuman antara delapan hingga 25 tahun penjara.

Sebelumnya dalam pernyataan saksi, Madrid menjadi salah satu orang yang menemukan Maradona tanpa tanda-tanda kehidupan, dan ia sudah mencoba untuk mengambil tindakan penyelamatan.

Pada Senin (14/6/2021), perawat malam Maradona, Ricardo Almiron (37), menjadi yang pertama dari tujuh orang yang diinterogasi oleh jaksa.

Staf medis lain yang terlibat dalam perawatan Maradona akan diperiksa oleh jaksa selama dua pekan ke depan.

Selanjutnya hakim akan memutuskan apakah masalah tersebut harus diselesaikan dalam proses yang diperkirakan akan berlangsung berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, atau tidak.

Maradona telah berjuang melawan kecanduan kokain dan alkohol. Mantan bintang Boca Juniors, Barcelona dan Napoli itu menderita gangguan hati, ginjal, dan kardiovaskular saat meninggal.

Maradona adalah idola bagi jutaan orang Argentina setelah dia menginspirasi negara Amerika Selatan itu untuk meraih kemenangan Piala Dunia kedua mereka pada 1986.

Kematiannya mengejutkan penggemar di seluruh dunia, dan puluhan ribu orang mengantri untuk melihat peti matinya yang terbungkus bendera Argentina di istana presiden di Buenos Aires dalam masa tiga hari berkabung nasional.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


BOLA | 27 September 2021

BOLA | 27 September 2021

BOLA | 27 September 2021

BOLA | 27 September 2021

BOLA | 27 September 2021

BOLA | 27 September 2021

BOLA | 27 September 2021

BOLA | 27 September 2021

BOLA | 27 September 2021

BOLA | 26 September 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Kasus Sengketa Tanah Rocky Gerung, Camat dan BPN Silang Pendapat

#2
Ditabrak Bus yang Melaju Kencang, Wanita Pengendara Motor Tewas di Bogor

#3
Bayi 10 Bulan Dicat Jadi Manusia Silver Tanpa Sepengetahuan Ibu Kandung

#4
Imbal Hasil SUN Diproyeksi Naik Dipengaruhi Sentimen Tapering The Fed

#5
PS Pati Kalah Lawan Persis di Liga 2, Ini Kata Atta Halilintar

#6
Dua Ormas Bentrok di Perbatasan Cianjur-Sukabumi, Satu Tewas

#7
Hasil Sementara Pemilu Jerman: Partai Merkel Kalah Tipis

#8
Lamongan Dipilih Jadi Pilot Project Penanganan Kemiskinan Ekstrem Nasional

#9
Piala Sudirman: Greysia/Apriyani Disimpan, Ini Susunan Tim Indonesia Lawan Rusia

#10
BPN: Pemilik Lahan Garap Hanya Boleh Menggarap, Tidak Mendirikan Bangunan

TERKINI


OLAHRAGA | 27 September 2021

BERITA GRAFIK | 27 September 2021

BERITA GRAFIK | 27 September 2021

MEGAPOLITAN | 27 September 2021

EKONOMI | 27 September 2021

HIBURAN | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

KESEHATAN | 27 September 2021

EKONOMI | 27 September 2021