Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Girls In Tech Dorong Kaum Perempuan Berkiprah di Bidang Teknologi

Jumat, 7 Mei 2021 | 16:12 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER
Program beasiswa Girls In Tech yang diinisiasi oleh GIT Indonesia, Education New Zealand, dan Hacktiv8, mengumumkan tiga outstanding recipients atau penerima beasiswa dengan hasil yang memuaskan, yakni Nurulita Aida Rahmasari, Riza Tri Wulaningrum, dan Linda Oktavianty, dari total 18 perempuan penerima beasiswa.

Jakarta, Beritasatu.com - Program beasiswa Girls in Tech (GIT) diluncurkan ke publik tahun lalu sebagai hasil kemitraan dengan Education New Zealand dan Hacktiv8.

Program ini adalah program beasiswa pertama yang didedikasikan untuk memberdayakan perempuan di luar industri teknologi informasi. Untuk peluncuran beasiswa pertamanya, Girls In Tech menerima 463 lamaran, kemudian hanya 18 peserta yang terpilih.



Advertisement

Managing Director GIT Indonesia, Aulia Halimatussadiah, mengatakan pengembangan diri tidak pernah terjadi pada zona nyaman. Ketika percaya pada kemampuan diri sendiri, maka tidak ada yang mustahil.

"Sebab, hanya membutuhkan keberanian untuk melakukan lompatan keyakinan dalam melakukan sesuatu yang berbeda. Pesan standar dari para individu yang luar biasa ini adalah mengambil kesempatan, melakukan sesuatu yang baru dengan lebih baik dari sebelumnya," kata Aulia dalam keterangan persnya, Jumat (7/5/2021).

Menurut Aulia, GIT Indonesia, hadir untuk menginspirasi para perempuan agar lebih banyak terlibat pada bidang teknologi untuk kemudian mampu menyelesaikan masalah di masyarakat.

"Merupakan komitmen kami untuk membantu anak perempuan di Indonesia dalam mengejar pendidikan dan karir mereka di bidang teknologi,” kata Aulia.

Direktur Regional Education New Zealand untuk Asia, Ben Burrowes, berharap dapat melanjutkan kemitraan yang sudah terjalin untuk mendukung lebih banyak perempuan Indonesia di bidang STEM. Sebab, pihaknya percaya program ini sangat berarti karena melalui kemitraan dengan Girls in Tech dan Hacktiv8.

"Kami telah melihat secara langsung potensi besar perempuan Indonesia di sektor ini. Antusiasme dan minat terhadap teknologi juga ditunjukkan oleh banyaknya peserta. Sekali lagi selamat untuk para penerima beasiswa," tambah Ben.

Presiden Hacktiv8, Juventia Vicky menambahkan, bekerja di bidang teknologi seharusnya tidak menjadi sesuatu yang dihindari oleh para perempuan. Perempuan saat ini harus menjadi agen perubahan.

"Kami sangat bangga dengan pencapaian para peserta. Mereka telah membuktikan bahwa tidak ada batasan bagi perempuan untuk mengeksplorasi teknologi. Kami berharap dengan memfasilitasi dan mendukung tumbuhnya talenta perempuan di industri teknologi kita dapat menginspirasi perempuan untuk berkontribusi di era digital,” tutupnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


DIGITAL | 7 Mei 2021

DIGITAL | 6 Mei 2021

DIGITAL | 6 Mei 2021

DIGITAL | 6 Mei 2021

DIGITAL | 6 Mei 2021

DIGITAL | 6 Mei 2021

DIGITAL | 6 Mei 2021

DIGITAL | 5 Mei 2021

DIGITAL | 5 Mei 2021

DIGITAL | 5 Mei 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Sumbangan Rp 2 T Akidi Tio Harus Diketahui Sumber Dananya

#2
Kartu Vaksin Kini Jadi Persyaratan Kegiatan Warga

#3
Olimpiade Tokyo: Kejutan, Rahmat Erwin Abdullah Sabet Perunggu Angkat Besi

#4
Update Covid-19, Tambah 43.856 Total Kesembuhan Jadi 2,64 Juta Orang

#5
Akidi Tio Sumbang Rp 2 Triliun untuk Tangani Covid-19, Bagaimana Ketentuan OJK?

#6
Wali Kota Bekasi Minta Satgas Pamor RW dan Puskesmas Lebih Responsif

#7
Data Kasus Aktif Covid-19 sampai 28 Juli 2021

#8
Olimpiade Tokyo: Bikin Tegang, Marcus/Kevin Akhirnya Terhenti di Perempat Final

#9
Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 di Jakarta Dua Kali Lipat Kasus Positif

#10
Olimpiade Tokyo: Tersingkir, Kento Momota Sulit Terima Kenyataan

TERKINI


MEGAPOLITAN | 29 Juli 2021

DIGITAL | 29 Juli 2021

NASIONAL | 29 Juli 2021

OLAHRAGA | 29 Juli 2021

EKONOMI | 29 Juli 2021

EKONOMI | 29 Juli 2021

NASIONAL | 29 Juli 2021

EKONOMI | 29 Juli 2021

EKONOMI | 29 Juli 2021

EKONOMI | 29 Juli 2021