Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Ini Alasan Pentingnya Pemerataan Akses Internet

Kamis, 18 November 2021 | 09:08 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER
Ilustrasi pengguna internet berbelanja online di masa pandemi.

Jakarta, Beritasatu.com - Dampak pandemi covid-19 masih terus terasa hingga kuartal terakhir tahun 2020 lalu. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2020 mencapai 27,55 juta orang. Bila dibandingkan Maret 2020, jumlah penduduk miskin meningkat 1,13 juta orang.

General Manager Enciety Business Consult, Don Rozano mengatakan, bertambahnya penduduk miskin sebagai akibat dari pandemi covid-19 juga menjadi cerminan adanya penurunan daya beli masyarakat.

Advertisement

"Karena tak mampu memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan, maka masyarakat akan berpengeluaran di bawah garis kemiskinan,” ujar Don Rozano, seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Kamis (18/11/2021).

Di masa pandemi ini, kata Don Rizano, keterjangkauan biaya untuk mendapatkan akses internet di seluruh wilayah Indonesia, menjadi tantangan untuk mengatasi persoalan rendahnya connectivity di beberapa provinsi di Indonesia. "Semua tentu sepakat, kehadiran internet akan membuka kesempatan belajar dan menumbuhkan kreativitas talenta muda yang ada di seluruh penjuru negeri," imbuhnya.

Di tengah kondisi seperti saat ini, masyarakat membutuhkan terobosan, tidak mungkin lagi hidup as-usual. Apalagi menilik data dari BPS bahwa pada Agustus 2020, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 7,07% atau mengalami kenaikan sebesar 1,84% dibandingkan Agustus 2019 yang sebesar 5,23%.

BPS juga mencatat, sebanyak 29,12 juta penduduk usia kerja (14,28%) terdampak covid-19. Dimana, ada 2,56 juta penduduk menjadi pengangguran. Kurang lebih 0,76 juta penduduk menjadi bukan angkatan kerja dan 1,77 juta penduduk sementara tidak bekerja serta 24,03 juta penduduk bekerja dengan pengurangan jam kerja.

"Di saat internet sudah menjadi kebutuhan, namun daya beli tidak cukup kuat untuk mendapatkan layanan internet tersebut, maka akan menjadi sebuah tantangan tersendiri baik bagi pemerintah maupun seluruh provider," tambah Don Rozano.

Memang tidak mudah bagi provider khususnya fixed broadband untuk men-delivery-kan produk internet pada pada kecepatan rendah. Internet Service Provider (ISP) akan lebih memilih menggarap pasar atau mendorong masyarakat untuk menggunakan internet dengan paket kecepatan tinggi (30 Mbps ke atas), dengan harapan untuk lebih menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat saat ini dan juga meminimalisir komplain.

Meski begitu, masih ada sebagian provider yang tetap berusaha untuk mengakomodir masyarakat dengan kemampuan terbatas yang membutuhkan internet untuk kebutuhan dasar dengan menyediakan paket di bawah 30 Mbps, salah satunya seperti IndiHome yang memiliki jaringan fixed broadband paling luas dan menjangkau seluruh negeri.

"Kontribusi swasta sebagai sebuah tanggung jawab (charity) untuk ikut berperan aktif mewujudkan pemerataan infrastruktur dan keterjangkauan harga internet baik di perkotaan dan pedesaan, maupun di wilayah tertinggal dan terluar Indonesia masih sangat diharapkan, untuk melengkapi berbagai kebijakan yang telah dilakukan pemerintah dalam mendongkrak daya beli masyarakat di masa pandemi ini," pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA


DIGITAL | 28 Januari 2022

DIGITAL | 28 Januari 2022

DIGITAL | 28 Januari 2022

DIGITAL | 28 Januari 2022

DIGITAL | 27 Januari 2022

DIGITAL | 27 Januari 2022

DIGITAL | 27 Januari 2022

DIGITAL | 27 Januari 2022

DIGITAL | 27 Januari 2022

DIGITAL | 27 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Polda Jabar Tangkap Ketua Umum GMBI

#2
Catat! Robot Trading DNA Pro Dinyatakan Ilegal

#3
Jelang Penutupan, Ini Daftar Transfer Pemain Liga Inggris

#4
Hikmahanto: Singapura Tak Ikhlas Serahkan Kendali Udara ke Indonesia

#5
Tuan Rumah Piala Dunia Qatar Masukkan Indonesia dalam Daftar Negara Aman

#6
Kasus Covid-19 di Bogor Naik Drastis dalam 10 Hari Terakhir

#7
Kawal MotoGP 2022, TNI AL Turunkan Lima Kapal Perang

#8
Kemenkes Terbitkan Sertifikat Vaksin Standar WHO, Ini Cara Mengaksesnya

#9
Pengemis Elite di Sampit, Punya Mobil dan Motor Baru

#10
Covid-19 Omicron Terindikasi Sudah Masuk Kota Bogor

TERKINI


MEGAPOLITAN | 29 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

DUNIA | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

OLAHRAGA | 29 Januari 2022

DUNIA | 29 Januari 2022

KESEHATAN | 29 Januari 2022