Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Lintasarta Terapkan Strategi Key Account Management

Sabtu, 4 Desember 2021 | 10:03 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Arya Damar

Jakarta, Beritasatu.com- Lintasarta menerapkan strategi key account management (KAM) untuk solusi bisnis perusahaan. Strategi KAM membuat Lintasarta sebagai perusahaan teknologi informasi dan komunikasi lebih fokus mengetahui bagaimana kebutuhan pelanggannya, sehingga penanganan dapat lebih cepat, efektif, dan efisien.

“Lintasarta saat ini melayani pelanggan Business to Business (B2B) dan pelanggan menjadi sangat penting bagi kami, di internal kami menerapkan customer focus sebagai landasan bagi kami dalam memberikan pelayanan terbaik. Kita menyadari pelanggan telah menjadi bagian keluarga besar Lintasarta, sehingga loyalitas pelanggan menjadi budaya Lintasarta yang utama harus diterapkan saat ini,” kata Presiden Direktur Lintasarta Arya Damar dalam siaran pers Jumat (3/12/2021).

Advertisement

Arya menuturkan, para pelanggan Lintasarta yang merupakan perusahaan B2B tentunya ingin memberikan layanan terbaik kepada pelanggannya (publik), maka di sinilah Lintasarta hadir memberikan dukungan dari sisi teknologinya.

“Jadi kita harus tahu kebutuhan pelanggan agar semua yang kita berikan sesuai dengan yang dibutuhkan bahkan support yang diberikan Lintasarta harus ditingkatkan menjadi lebih baik lagi demi menjaga hubungan baik dengan pelanggan yang pada akhirnya pelanggan memberikan kepercayaan penuh kepada kami,” ujarnya.

Dengan pengalaman memberikan layanan teknologi lebih dari 33 tahun di Indonesia, Lintasarta terus mengembangkan skema pelayanan yang lebih baik dengan melakukan transformasi customer focus melalui penerapan strategi KAM.

Arya menuturkan, melalui strategi KAM tersebut, Lintasarta membuat klasifikasi pelanggan ke dalam beberapa kategori Strategic Key Account, Key Account, Emerging Account dan Regular account. Hal itu mempemudah tim Lintasarta yang berhubungan langsung dengan para pelanggan untuk mengetahui solusi digital dan kebutuhan dari masing-masing pelanggan, serta lebih cepat dalam memberikan pelayanan ataupun penyelesaian kendala yang ada.

“Tim Lintasarta yang berada di garda terdepan harus lebih fokus mengetahui bagaimana kebutuhan pelanggannya, sehingga penanganan dapat lebih cepat, efektif, dan efisien. Ini terbukti, sejak diimplementasikannya KAM, Lintasarta terus mengalami pertumbuhan kinerja baik dari sisi revenue, customer satisfaction index, customer loyalty index, net promoter score, dan collection rate,” jelasnya.

Lebih lanjut, Arya mengatakan, penerapan strategi KAM juga berkaitan dengan kondisi skema bekerja yang saat ini telah berubah akibat pandemi berlangsung. Gartner menuturkan, di tahun 2021 sebanyak 51% pekerja melaksanakan pekerjaan dengan lingkungan yang hybrid (online, offline, & anywhere).

“Lintasarta kemudian melakukan banyak penyesuaian agar tetap dapat memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan, baik secara online ataupun offline. Hal ini tentunya diperlukan kerja sama dan kolaborasi seluruh tim,” tegasnya.

Lintasarta sudah menerapkan digital transformation framework, di mana pembangunan infrastrukturnya telah dilakukan pada 2018 dan kemudian dilanjutkan dengan membuat blueprint yang diselaraskan dengan berbagai aspek mulai dari visi-misi perusahaan, bisnis proses, aplikasi yang dibangun, data, infrastuktur, best practice dan security-nya, sehingga dapat diidentifikasi kesenjangan yang ada dan dari kesenjangan tersebut dilakukan penyesuaian melalui satu roadmap yang jelas dan terukur agar memberikan dampak sesuai dengan yang diharapkan.

Menurut Arya,penerapan digital transformation framework memudahkan perusahaan dalam melakukan penyesuaian secara cepat saat pandemi dimulai terutama dalam hal memberikan pelayanan yang prima kepada pelanggan. Lintasarta memberlakukan hybrid working melalui program flexible working arrangement atau disingkat dengan flexwork yang juga dibarengi dengan menyiapkan tools untuk memudahkan dan menunjang kebutuhan dalam melaksanakan pekerjaan.

“Kita bisa bekerja di mana saja, jika bekerja secara online kita sudah siapkan tools-nya, dan kalau mau bekerja offline kantor telah kita ubah menjadi sharing space beserta kebutuhannya yang memudahkan tim Lintasarta dan pelanggan jika harus bertemu tatap muka langsung. Sebagai perusahaan ICT kita memberikan contoh bagimana menerapkan sistem bekerja dengan teknologi, sehingga hal ini dapat kita sampaikan kepada para pelanggan sebagai satu solusi yang bisa juga diterapkan di tempat lain di mana sistem, infrastuktur, aplikasi, serta security-nya tetap dijaga dengan baik, ” tutupnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


DIGITAL | 16 Januari 2022

DIGITAL | 16 Januari 2022

DIGITAL | 16 Januari 2022

DIGITAL | 16 Januari 2022

DIGITAL | 15 Januari 2022

DIGITAL | 15 Januari 2022

DIGITAL | 15 Januari 2022

DIGITAL | 14 Januari 2022

DIGITAL | 14 Januari 2022

DIGITAL | 14 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Hindari Ancaman Tsunami, Raja Tonga Dievakuasi

#2
Kabar Baik! Jokowi Setujui Perpanjangan PPnBM Mobil

#3
Akibat Letusan Gunung di Tonga, Pantai Jepang Dihantam Tsunami

#4
Pelabuhan Kedindi Reo Dinilai Layak Jadi Pelabuhan Export Terbesar Kedua di NTT

#5
Setelah Omicron, Ilmuwan Prediksi Akan Ada Varian yang Lebih Mengkhawatirkan

#6
Mengenal NFT dan Cara Menjualnya di Opensea

#7
Kapolda Buka Balap Jalanan di Ancol

#8
Lansia Dapat Disuntik Vaksin Booster Tanpa Tiket Undangan dari PeduliLindungi

#9
KPU Usulkan Pemilu 21 Februari 2024

#10
Kepala Jordan Terkena Lemparan Suporter, Real Betis vs Sevilla Dihentikan

TERKINI


BOLA | 17 Januari 2022

KESEHATAN | 17 Januari 2022

BOLA | 17 Januari 2022

NASIONAL | 17 Januari 2022

EKONOMI | 17 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022

OLAHRAGA | 16 Januari 2022

OLAHRAGA | 16 Januari 2022

OLAHRAGA | 16 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022