Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

5 Alasan Perusahaan Harus Adopsi Tren Utama Teknologi di 2022

Kamis, 20 Januari 2022 | 21:47 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER
Managing Director Oracle Indonesia, Davian Omas,

Jakarta, Beritasatu.com - Perusahaan harus memiliki strategi bisnis yang tepat untuk bertahan dan mendulang keuntungan pada tahun ini, di tengah pandemi covid-19 yang belum diketahui kapan akan berakhir.

"Untuk perusahaan yang ingin menciptakan masa depan organisasi berbasis teknologi pada tahun 2022 dan seterusnya, ada lima prioritas utama bisnis yang perlu mereka pertimbangkan untuk meraih kesuksesan," kata Managing Director Oracle Indonesia, Davian Omas daam acara diskusi Oracle Indonesia bersama media, di Jakarta, Kamis (20/1/2022).

1. Transformasi dan Investasi Cloud
Pemimpin perusahaan akan menuntut transformasi sejati dari investasi cloud mereka. Menurut statistik, organisasi di seluruh dunia akan menghabiskan US$ 1,78 triliun untuk cloud dan inisiatif transformasi digital lainnya di tahun 2022.

"Pertanyaannya adalah, apakah perusahaan dan pemerintah berinvestasi untuk benar-benar berubah, atau apakah mereka hanya menerapkan polesan digital pada bisnis mereka seperti biasa," kata Davian.

Pergeseran ke komputasi awan atau cloud, termasuk teknologi otonom itu sangat penting. Di sektor swasta, sudah ada satu atau lebih digital cloud-centric di setiap industri, baik itu ritel, media, hiburan, perjalanan, pendidikan, logistik, layanan keuangan, perawatan kesehatan, elektronik konsumen, atau transportasi.

Salah satu contohnya adalah Singtel, salah satu grup komunikasi terkemuka di Asia, yang bermitra dengan unicorn digital Grab untuk menawarkan layanan perbankan kepada pelanggan ritel dan korporat di Singapura. "Ke depannya, kita akan lebih sering melihat lebih banyak kemitraan digital yang tidak konvensional di berbagai sektor," tandas Davian.

Selain itu, sudah jelas bahwa cloud adalah fasilitator bisnis berbasis data, yang menghadirkan kecerdasan buatan dan mengadakan pembelajaran mesin atau machine learning dengan hanya menggunakan ujung jari namun dapat membawa perubahan signifikan pada bisnis.

2. Machine Learning dan Artifical Inteligent
Machine Learning (ML) dan Artifical Inteligent akan menjadi kompetensi inti bagi perusahaan digital terkemuka. Besarnya data yang ada saat ini, perusahaan terus tenggelam dalam data, algoritma ML dan AI.

Sementara, di lain sisi menjadi penyelamat, membantu perusahaan menganalisa dan terus mengambil pelajaran dari data tersebut untuk meningkatkan pengambilan keputusan serta menginformasikan berbagai tindakan selanjutnya.

Meskipun demikian, sebagian besar perusahaan masih bereksperimen dengan ML dan AI. "Adapun yang menjadi masalahnya adalah menemukan keterampilan yang diperlukan," jelas Davian.

3. Strategi Keberlanjutan atau Sustainability
Saat pelanggan membeli barang dan jasa, mengukur calon pemberi kerja dan bahkan berinvestasi di saham, orang-orang dari segala usia akan semakin mengevaluasi rekam jejak dan komitmen keberlanjutan perusahaan.

Banyak perusahaan mulai melakukan hal yang sama dengan pemasok dan mitra, bertanggung jawab untuk mengurangi emisi karbon, beralih ke sumber energi terbarukan, mengalihkan limbah dari tempat pembuangan sampah, dan mengadopsi praktik terbaik lingkungan lainnya.

Pada tahun 2022, akan menjadi kewajiban setiap perusahaan untuk menyusun dan menjalankan strategi keberlanjutan yang komprehensif, dimana suatu tatanan tinggi akan membutuhkan kepemimpinan yang lebih terfokus, terutama di kawasan Asia Pasifik.

Sementara Forrester melaporkan bahwa di antara perusahaan Fortune Global 200, 92% di Amerika Utara dan 81% di EMEA telah menunjuk pemimpin keberlanjutan di VP, direktur, atau tingkat eksekutif lainnya, hanya 26% di APAC yang memilikinya.

4.Pengembangan Karier dan Perekrutan
Pengusaha yang tidak menyesuaikan pengembangan karier dan praktik perekrutan mereka pascapandemi, dipastikan bakal tertinggal dari pihak lain yang melakukannya.

Mempekerjakan dan mempertahankan orang-orang yang terampil dan berbakat terus menjadi prioritas pertama dari hampir setiap perusahaan.

Namun, pengunduran diri yang dipicu oleh pandemi global menunjukkan bahwa pada tahun 2022 para pemberi kerja akan mendapatkan pekerjaan yang sesuai, termasuk lebih proaktif dalam memetakan jalur karier untuk orang-orang perusahaan yang paling berharga dan bersedia mendengarkan kekhawatiran mereka tentang keseimbangan kehidupan kerja, fleksibilitas tempat kerja, dan masalah lainnya.

5. Disrupsi Rantai Pasokan
Pandemi terus memaksa perencana rantai pasokan untuk menilai kembali prioritas mereka dan bagaimana mereka menerapkan teknologi manajemen rantai pasokan (SCM) terbaru.

Sebagai contoh, sistem inventaris yang tepat waktu adalah praktik terbaik pra-pandemi bagi sebagian besar perusahaan. Saat ini, inventaris dengan persediaan yang aman atau apa yang dikenal sebagai manajemen inventaris berjaga-jaga, dianggap sebagai hal yang normal saat ini.

Meskipun teknologi rantai pasokan yang tercanggih sekalipun tidak akan sepenuhnya mengantisipasi tingkat guncangan pasar seperti pandemi global, teknologi tersebut dapat membantu perusahaan mengetahui keseimbangan stok pengaman yang tepat.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI