Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Ilmuwan Telah Prediksi Kematian Matahari, Bagaimana Manusia pada Saat Itu?

Kamis, 20 Januari 2022 | 22:39 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES
Ilustrasi Matahari.

Houston, Beritasatu,com - Matahari ternyata tidak setua bintang lain di luar angkasa sana. Namun, para ilmuwan sudah mencoba untuk menentukan dengan tepat kapan matahari akan berhenti bersinar atau berakhir. Tentu saja, itu tidak sesederhana membuat jadwal kencan.

Banyak dari bola energi besar yang masih belum bisa dijelajahi. Namun, para ilmuwan telah berhasil menemukan beberapa poin penting tentang masa depan matahari, termasuk akhir dari fase kehidupannya saat ini.

Sementara kematian penuh matahari masih triliunan tahun lagi, beberapa ilmuwan percaya fase siklus hidup matahari saat ini akan berakhir secepat 5 miliar tahun dari sekarang. Pada saat itu, bintang masif di pusat Tata Surya kita akan memakan sebagian besar inti hidrogennya.

Secara efektif, matahari seperti yang kita tahu akan mati. Ketika itu terjadi, matahari akan menjadi raksasa merah. Ini akan berhenti menciptakan panas melalui fusi nuklir. NASA mengatakan, inti matahari akan menjadi tidak stabil dan berkontraksi sekitar waktu ini.

Begitu inti mulai menjadi tidak stabil, lapisan luar matahari akan mengembang. Ekspansi itu pada akhirnya akan menelan Merkurius dan Venus. Selain itu, angin matahari (solar wind) akan menghantam planet bumi, dan menghilangkan medan magnet yang menghasilkan atmosfernya.

Ini akan menjadi waktu yang menakutkan untuk, terutama untuk kehidupan apa pun, baik manusia atau mahluk lain, yang mungkin tetap ada selama bertahun-tahun dari sekarang. Tentu saja, ada banyak ancaman lain dari matahari sebelum itu terjadi.

Meskipun gagasan tentang kematian matahari itu menakutkan, ada kemungkinan umat manusia bahkan sudah tidak akan ada untuk mengalaminya.

Sebab menurut para ilmuwan, sebelum matahari mati, lautan di bumi akan menguap oleh energi dari matahari satu miliar tahun dari sekarang. Pada saat itu, kecerahan matahari juga akan meningkat sekitar 10 persen. Ada juga ancaman lain dari perubahan iklim yang perlu diperhitungkan juga.

Pada akhirnya, masa depan bumi begitu suram, setidaknya menurut para ilmuwan. Mungkin itu sebabnya begitu banyak orang kini begitu fokus pada perjalanan luar angkasa dan membawa kita ke planet lain. Tidak hanya akan memungkinkan umat manusia untuk terus bertahan hidup, tetapi juga akan memberi kita rumah baru untuk dikunjungi ketika matahari akhirnya mati.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BGR.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI